Pertandingan Brazil kali ini diklaim sebagai salah satu penampilan babak pertama terbaik.
Hal itu karena Brasil benar-benar tak tertahankan di babak pertama.
Brazil mengalahkan Korea Selatan dengan skor 4-1 dan maju ke perempat final Piala Dunia melawan Kroasia.
Setelah menang, para pemain langsung memberikan penghormatan terbaik kepada legenda sepak bola Brazil, Pelé, yang menonton di ranjang rumah sakitnya di São Paolo.
Neymar mengaku prihatin tentang kondisi Pele yang tengah dirawat di rumah sakit. Ia juga mendoakan agar legenda Brazil itu segera pulih.
"Saya sangat menyesal atas apa yang dia alami. Saya harap dia pulih," ujar Neymar.
Sementara, kiper Brazil, Alisson Becker juga memberikan pesan haru kepada sang legenda.
Menurutnya, Pelé sangat berarti bagi para pemain timnas Brazil.
"Semua orang tahu bahwa Pelé sedang tidak baik-baik saja dengan kesehatannya. Dia sangat berarti bagi kami orang Brasil, dia sangat berarti bagi sepak bola. Itu hanya pesan kecil dari tim kami untuknya, kami berdoa agar dia menjadi lebih baik. Kami bersama dengannya, dia tidak sendirian."
Baca Juga: Jelang Libur Nataru, Kementerian PUPR Siap Operasikan Dua Ruas Tol dan 8 Tol Fungsional
"Anda tidak akan pernah berjalan sendiri dan dia tidak akan berjalan sendirian di saat-saat sulit ini. Keluarganya tidak akan berjalan sendiri. Kami bersama mereka, meskipun kami jauh. Jika kami bisa melawan di sini, di Piala Dunia dan memenangkan pertandingan untuknya dan memenangkan kompetisi untuknya, kami akan melakukannya."
"Kami benar-benar bagus malam ini. Saya pikir perbedaannya dibandingkan dengan pertandingan lain adalah kami mencetak gol, kami memanfaatkan peluang yang kami ciptakan," tutur Alisson.
Para pemain masuk saat istirahat dengan keunggulan 4-0, dan beberapa orang menduga skor tersebut bisa dengan mudah menjadi tujuh atau delapan.
Korea Selatan menyebabkan masalah mereka sendiri dengan meninggalkan begitu sedikit pemain dan Brazil tahu bagaimana memanfaatkannya.
Hanya akan ada satu pemenang setelah gol pembuka Vinícius, yang segera diikuti oleh penalti Neymar.
Gol tiga dan empat adalah hal-hal yang indah seperti gerakan passing yang cepat dan tajam diakhiri oleh Richarlison dan Lucas Paqueta.
Dalam performa itu, tidak ada yang bisa menghentikan Brazil.
Babak kedua adalah non-event, dengan Brazil mengambil kaki mereka dari gas dan Korea Selatan mengadopsi pendekatan kamikaze jauh lebih sedikit.
Tapi itu semua tentang penampilan babak pertama, yang akan menimbulkan ketakutan bagi negara-negara lain yang tersisa dalam kompetisi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
Terkini
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Kepala SPPG Dinonaktifkan Imbas Puluhan Siswa Keracunan MBG di Dumai
-
Komdigi Pantau Pemulihan 200 BTS di Flores yang Diguncang Gempa 7,7
-
Instruksi Pimpinan DPR ke Legislator: Koordinasikan Bantuan dan Evakuasi Korban Gempa NTT
-
Kapan Waktu Terbaik Pakai Juva Wrinkle Warrior ZAP? Simak Panduannya Biar Wajah Kencang Awet Muda
-
Desa Les Buleleng Bali Menanam Masa Depan Lewat Konservasi Terumbu Karang
-
Cocok Ditonton Keluarga 9-10 Oktober, Drama Musikal Sirena Angkat Kisah Putri Duyung Terdampar
-
Presiden Prabowo Kirim 50 Ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT
-
Gus Rozin: NU Perlu Lebih Banyak Mendengar Suara dari Jamaah di Luar Jawa
-
Waspada, 159 Desa dan Kelurahan Berpotensi Rawan Karhutla di Riau