Keluarga warga Muna korban pembantaian Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, menanti jenazah dipulangkan ke kampung halaman.
Mengutip Telisik.id -- jaringan Suara.com, namun, ada kabar yang tidak mengenakkan didapat pihak keluarga. Untuk pemulangan jenazah dari Papua, keluarga diminta membayar uang sebesar Rp105 juta.
"Info dari sana (Papua), untuk tiga korban biaya pemulangannya sebesar Rp105 juta," kata Al Mulawar, saudara korban, La Usu, Rabu (7/12/2022).
Mereka juga bingung untuk apa uang sebesar itu. Pasalnya, saat ditanya untuk biaya apa, mereka tidak diberi tahu.
"Makanya, kita bingung. Sebenarnya, uang itu untuk apa," ujarnya.
Untuk uang sebesar itu, pihak keluarga tidak sanggup. Pasalnya, orang tua korban hanya seorang petani. Karenanya, mereka berharap ada bantuan sehingga ketiga jenazah korban dapat dipulangkan di kampung halaman untuk dikebumikan.
Al Mulawar mengaku, adiknya La Usu berangkat ke Papua bersama dua rekannya delapan bulan lalu. Mereka kesana (Papua) bekerja sebagai tukang ojek. Korban La Usu merupakan anak ketiga dari enam bersaudara dari pasangan suami istri Langkota dan Wa Lina.
Tiga hari lalu, korban sempat berkomunikasi dengan ibunya, Wa Lina, melalui telepon seluler. Kemudian, sebelum pergi bekerja Senin pagi, korban berkomunikasi dengan keluarganya di Desa Korihi, Kecamatan Lohia.
Korban La Usu merupakan jebolan pondok pesantren Al Ikhlas Desa Labunti, Kecamatan Lasalepa angkatan tahun 2020.
Baca Juga: Tafsir Surat At Taubah Ayat 29 di Pelat Motor Pelaku Bom Bandung
Rekan-rekan alumninya pun kaget mendengar La Usu menjadi korban pembunuhan di Papua. Untuk meringankan beban keluarga korban, rekan-rekannya berinisiatif melakukan penggalangan dana.
"Kita mulai membuka donasi untuk membantu keluarga korban," kata Syahrul, rekan almarhum.
Kronogis kejadiaanya bermula saat korban, La Usu bersama lima rekannya mengojek, sekira pukul 14.30 Wita. Di Kali Okse, Kampung Mangabib, Distrik Oksebang, Kabupaten Pegunungan Bintang, mereka ditembaki oleh kelompok KST Ngalum Kupel.
Ketiga korban yakni, La Usu, La Aman dan La Ati meninggal dunia. La Aman, ditemukan tergeletak di sungai kecil dengan kondisi kepala tertimpa batu. Kemudian La Usu tergelak di jalan dengan kondisi pergelangan tangan kanan putus dan La Ati ditemukan di samping motornya 15 kilo meter dari TKP setelah pencarian 15 jam lamanya.
Sedangkan tiga rekannya yakni Rono, Rizal dan Jani selamat dalam kejadian itu. Ketiganya diamankan di rumah masyarakat.
Tiga warga Kabupaten Muna, masing-masing Musrin alias La Usu, La Aman dan La Ati yang menjadi korban penembakan KST Ngalum Kupel Batalyon III Meme Salju pimpinan Taklif Diyeitoki Kalakmabin (Danyon III Meme Salju) di Kali Okse, Kampung Mangabib, Distrik Oksebang, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Senin (5/12/2022).
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Menguliti Persepsi tentang Cinta di Novel Gege Mengejar Cinta
-
Bacaan Doa Allahumma Innaka Afuwwun di Malam Lailatul Qadar dan Maknanya
-
Pemerintah Ekspor 2.280 Ton Beras ke Arab Saudi untuk Jemaah Haji Indonesia
-
Berantas Tegas Premanisme, Polda Jatim: Negara Tidak Boleh Kalah!
-
Standar Meja Makan Lebaran dan Tekanan Sosial Perempuan
-
Suporter PSM Makassar Dilarang Keras Datang ke Ternate
-
Aksi Kamisan ke-900: Keteguhan Sumarsih Mencari Keadilan bagi Sang Anak
-
Fadia Arafiq Lulusan Apa? Bupati Pekalongan Terjerat Korupsi, Ngaku Tak Paham Birokrasi
-
RI Raih Nilai Jelek dari Fitch, Airlangga: Ekonomi Dunia Tertekan Perang
-
Harry Maguire Divonis 15 Bulan Penjara di 3 Kasus Kriminal, Dari Penyerangan hingga Suap