Abidin Saide lahir di Dusun Doidoi, Tanete Riaja, Barru, Sulawesi Selatan pada 10 November 1971.
Abidin terkenal dengan bakatnya sebagai pemimpin sejak kecil dan rajin belajar.
Di masa SMP, Abidin rela menempuh perjalanan panjang sejauh 14 kilometer untuk pulang dan pergi dengan berjalan kaki selama tiga tahun.
Setelah lulus, Abidin diajak kerabatnya untuk melanjutkan pendidikan di Kota Makassar.
Ia menghabiskan masa remajanya di SMA Negeri 4 selama tiga tahun dan tinggal menumpang di Asrama Gappembar (Gabungan Pemuda Pelajar Mahasiswa Barru).
Kehidupan asrama membuat Abidin tumbuh menjadi remaja mandiri yang harus berjuang mencari tambahan uang untuk dirinya sendiri.
Ia pun pernah menyambi sekolah dengan berjualan markisa di pelabuhan Soekarno-Hatta.
Sementara, kesehariannya juga dihabiskan dengan mengantar koran setiap pagi ke para langganannya di Kota Makassar.
Sekali waktu, Abidin sampai pernah tercebur ke selokan yang membuat semua korannya kotor terkena lumpur.
Baca Juga: Ribuan Buruh Long March ke Patung Kuda, Sempat Marahi Pemotor karena Potong Barikade
Meski sempat hidup pas-pasan, rupanya niat dari Abidin untuk menjadi abdi negara tidak pernah surut.
Cita-cita dari putra pasangan Beddu Side (alm) dan Hj. Masati itu akhirnya terkabul dan dirinya resmi masuk AKMIL dan lulus pada 1996.
Saat ini, Brigjen TNI Abidin Side SH menduduki jabatan strategis sebagai Wakil Oditur Jenderal Babinkum TNI.
Atas jabatan dan pangkat barunya itu, tidak sedikit warga dari kampungnya merasa bangga dan memberi ucapan selamat serta mendoakan untuk kesuksesannya.
Abidin juga telah menikah dengan istri bernama Ida Yustina, SE yang ia temui saat berkuliah di Yogyakarta dan dikaruniai tiha orang putra.
Bahkan, dua orang anaknya mengikuti jejaknya sebagai nggota TNI dan berdinas Polisi Militer, sementara satu lagi mengikuti pendidikan AKMIL Magelang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Nasib Pegawai Hotel Sultan Terungkap! Pemerintah Mulai Pendataan dan Verifikasi
-
Selain Koi, 6 Ikan Ini Dipercaya Membawa Keberuntungan Menurut Feng Shui
-
Analisis Taktik Ekuador vs Jerman: Die Mannschaft Jaga Mental Juara
-
Sinergi Kawal Kedaulatan Hukum, Imigrasi Sumut Ambil Bagian dalam Diskusi RUU HPI di USU
-
Disembunyikan Dalam Beras Basmati! Polisi Ungkap Kasus Narkoba Berlogo Batman Asal Malaysia
-
PGRI: Jangan Cap Guru Mata Duitan karena Minta Gaji Layak
-
Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027
-
Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80
-
5 Serial Netflix Terbaik 2026 yang Wajib Masuk Daftar Tontonan
-
Modus 'Tak Diklik': KPK Bongkar Pungli dan Setoran Gelap Kanim Bali untuk Eks Wamen Silmy Karim