Polemik pembelian alat mesin pertanian atau alsintan merk ZAGAA mendapat respon dari Istana.
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko membenarkan adanya komunikasi antara Presiden Joko Widodo dengan Agus Zamroni, produsen alat pertanian di Madiun, Jawa Timur itu pada Maret, 2015.
Bahkan saat itu Presiden menanyakan apakah barang tersebut sudah masuk ke dalam e-katalog, sehingga mudah diakses.
“Ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk membeli produk dalam negeri. Presiden memberi kemudahan bagi para produsen lokal menjual barangnya kepada instansi pemerintah melalui e-katalog, sehingga bisa dilakukan tanpa tender,” kata Moeldoko di komplek istana, Senin 19 Desember 2022.
Saat itu Presiden mendorong produk lokal merk ZAGAA meningkatkan kapasitas produksinya mesin panen (mini combine harvester) hingga 1.000 unit. Bahkan jika pengusaha mengalami kesulitan permodalan, perbankan diminta bisa membantu.
“Permintaan Presiden ini langsung ditindaklanjuti Menteri Pertanian dan pihak terkait lainnya, termasuk perbankan,” lanjut Moeldoko.
Kementan menyatakan bahwa untuk 2015-2015 sudah ada alokasi anggaran mesin panen produksi dalam negeri dari berbagai merk, termasuk ZAGAA.
Produsen ZAAGA juga menyatakan bahwa sebanyak 70 unit produk mereka sudah dibeli Kementan dan didistribusikan ke petani. Masalahnya, petani pemakai alat tersebut menyampaikan masukan.
“Ternyata traktor itu kondisinya belum maksimal seperti standard yang diharapkan petani. Selain itu, petani pengguna juga menyampaikan ada masalah layanan purna jual. Saat terjadi kerusakan spare part pengganti sulit didapatkan,” kata Moeldoko menjelaskan.
Pada kesempatan sebelumnya, Direktur Perlindungan Tanaman Pangan di Kementerian Pertanian, Mohammad Takdir Mulyadi, memberikan penjelasan senada.
Sesuai arahan Presiden, Kementerian Pertanian mengunakan produk dengan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) yang tinggi. Bukan hanya produk pabrikan dari Madiun, produk lokal lainnya juga menjadi perhatian.
“Kami sudah membeli produknya berupa combine harvester kecil melalui anggaran APBD Jatim dan anggaran Ditjen Tanaman Pangan di provinsi,” kata Mulyadi. Melalui dana TP Provinsi (Tugas Pembantuan, Dana APBN yg dilakukan daerah/Provinsi) mengalokasikan pembelian 400 unit combine kecil, pada 2015.
Tahun berikutnya, Kementan melalui dana TP Provinsi mengalokasikan pembelian 600 unit combine kecil.
“Tetapi produk yang dibeli tidak seluruhnya merk tersebut. Karena keputusan produk mana yang dibeli sangat tergantung pada hasil survey tim provinsi, dan anggaran pemerintah yang terbatas,” kata Mulyadi.
Deputi III Kepala Staf Kepresidenan, Edy Priyono menjelaskan, bahwa dalam proses belanja barang, harus melalui pertimbangan yang ketat karena menggunakan dana APBN. Dalam pembelanjaannya terdapat aspek kontrol dari BPK dan BPKP.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Kronologi Warga OKU Diserang Beruang saat Sadap Karet, Sempat Duel hingga Luka Parah
-
Gencarkan Sport Diplomacy, Erick Thohir dianugerahi KWP Awards 2026
-
Malaysia Bungkam Timnas Indonesia U-17, Shukor Adan Puji Kedewasaan Lini Belakang
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
6 Penumpang Helikopter PK-CFX Ditemukan Tewas di Hutan Sekadau
-
Kejati Banten Geledah Kantor BUMD PT ABM, Koper Berisi Dokumen Penting Disita
-
Revolusi Pertanian dari Desa, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Sabet KWP Awards 2026
-
5 Fakta Mengejutkan Skandal Dugaan Pelecehan Seksual di Grup Chat Mahasiswa IPB
-
Lebih dari 10 Pelaku Diburu! Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Kades Lumajang Diserang
-
Sekda Banten 'Angkat Tangan' Hadapi Aturan UU HKPD: Tolong Bantu Kami Cari Solusi