Tali gelasan layangan kembali membuat warga terluka. Kali ini korbannya adalah seorang bayi perempuan berusia 2 tahun bernama Amelia, warga Desa Sungai Rasau, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah.
Buntut insiden tali layangan itu, Amelia terluka di bagian wajah yang cukup parah, Minggu (25/12/2022) sore.
Hingga berita ini diturunkan, Amelia yang ditemani orangtuanya, yakni Eko Patria dan Tona masih mendapat perawatan intensif di RSUD dr Rubini Mempawah, Minggu malam.
Kepala Desa Sungai Rasau, Asmadi, dan Ketua BPD Sungai Rasau, Kulyahadi membenarkan kejadian tersebut.
Dijelaskan keduanya, peristiwa tali layangan yang mengakibatkan korban luka itu terjadi di Jalan Setia Budi, RT. 008/RW. 004, Desa Sungai Rasau.
Sore tadi, Tona yang mengendarai sepeda motor membawa anaknya Amelia menuju kediaman keluarga.
Begitu melintas di Jalan Setia Budi, Tona tidak melihat tali layangan yang melintang di jalan. Tali gelasan layangan yang putus itu sepertinya tengah ditarik pemain yang berasal dari desa sebelah.
Begitu motor Tona melintas, tak urung tali layangan menyambar wajah Amelia yang seketika menangis kesakitan.
Tona dengan cepat menghentikan sepeda motor. Tapi malangnya, tali layangan sudah melukai wajah anaknya Amelia.
Baca Juga: Gudang Penyimpanan Lampu LED di Komplek Ruko Pademangan Hangus Terbakar
“Dalam insiden itu, wajah Amelia mengalami luka parah di bagian hidung dan pelipis dekat matanya. Ia langsung dilarikan ke RSUD dr Rubini Mempawah untuk mendapat perawatan lebih lanjut,” jelas Asmadi, melansir dari SuaraKalbar.co.id--Jaringan Suara.com, Senin (26/12/2022).
Asmadi mengatakan, korban terluka akibat tali gelasan layangan ini sudah terlalu sering terjadi. Ia meminta hal ini dapat disikapi oleh seluruh masyarakat agar tidak sembarangan bermain layangan.
“Kami juga berharap aparat berwenang dapat bertindak tegas. Jangan sampai ada lagi korban tali layangan berikutnya,” tegas dia.
Hal senada juga diungkapkan Ketua BPD Kulyahadi. Ia sangat menyesalkan peristiwa terlukanya warga yang dipicu tali gelasan layangan kembali terjadi.
“Mohon pihak berwajib dapat melaksanakan penertiban terhadap permainan layangan di sembarang tempat. Apalagi ini pakai gelasan yang sangat berbahaya bagi masyarakat maupun pengguna jalan raya,” imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
FH UI Trending: Puluhan Juta Netizen Kawal Kasus, Pelaku Dugaan Pelecehan Seksual Dikecam
-
5 HP Murah RAM Jumbo Minimal 12 GB, Multitasking Lancar dan Libas Game Berat!
-
7 Fakta Kunjungan Menhan Sjafrie ke Pentagon: Isu Akses Udara Bebas hingga Kemitraan MDCP
-
Negosiasi AS-Iran Buntu, Harga Minyak Dunia Membara: Sinyal Bahaya buat BBM Nasional?
-
Daftar Harga Mobil KIA Terbaru April 2026: Dari City Car hingga Mobil Listrik Mewah!
-
Sok-sokan Edukasi Bahaya Martabak, Steven Wongso Ternyata Punya Gaya Hidup Berbahaya
-
Problematika Finansial Generasi Muda dalam Kami Bukan Jongos Berdasi
-
Kolaborasi Telkom dan Media Hadirkan Sinergi Lintas Industri untuk Inovasi AI di Lingkungan Kampus
-
Pantau Servis dan Konsumsi BBM Motor Yamaha Serkarang Bisa Lewat Aplikasi
-
Bukan Cuma Tamara Bleszynski, Mertua Teuku Rassya Juga Tak Ada di Pelaminan