/
Kamis, 29 Desember 2022 | 20:20 WIB
Presiden Jokowi bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Panglima TNI Laksamana Yudo Margono. [Inibalikpapan.com]

Langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingn melakukan reshuffle kabinet disebut blunder. Jokowi disebut perlu berhitung-hitung untuk melakukan hal tersebut.

Pertimbangan politik, menjadi alasannya. Karena, langkah tersebut dianggap memberi sentimen positif ke lawan.

Untuk diketahui, kabarnya reshuffle ini dilakukan karena perasaan kecewa terhada NasDem. Namun, jika benar, hal itu bisa jadi sentimen positif bagi elektorat partai mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden (Capres).

''Itu presiden kasih panggung Nasdem. Bisa nembus tiga besar,'' ujar pengamat politik Hendri Satrio,  dikutip Kamis (29/12/2022).

Ia yang juga yang juga Pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI menuturkan, sejarah politik Bumi Pertiwi menunjukkan sisi emosional, dan hal itu katanya sangat berpengaruh. Khususnya, penentuan sikap politik masyarakat.

''Karena (bisa) dianggap partai yang dizalimi,'' imbuhnya.

Secara logika, sikap kepada NasDem itu dianggap kurang pas. Lantaran, komitmen buat berkoalisi setelah Pemilu 2019 dengan keinginan NasDem mengusung Anies untuk Pemilu nanti dianggap momen yang beda.

Menurutnya, tak ada kewajiban bagi partai ketika koalisi untuk bersama di pemilu ke pemilu.

''Kalau presiden tersinggung dengan Nasdem dan diganti, itu mencoreng level kenegarawanan,'' katanya.

Baca Juga: LENGKAP! Update Jadwal Masuk Sekolah Ajaran Baru 2023 di 38 Provinsi

Jika ada pemilihan menteri baru, menurutnya tak gampang. Kemudian, bisa saja menciptakan friksi.

Apabila yang digadang-gadang kayak FX Hadi Rudyatmo, baginya, bisa ada persoalan dengan PDIP. Pasalnyam Rudy dianggap sebagai pendukung Ganjar Pranowo.

''Masa iya tinggal setahun mau menimbulkan friksi?,'' tanyanya.

Di akhir 2 tahun ini, ia menyarankan agar Jokowi bisa fokus buat mengakhiri pemerintahan dengan baik. Agar mampu meninggalkan kursi presiden dengan kesan senada.

'Kalau, misal, ternyata presiden (melakukan) reshuffle buat para menteri (yang) sibuk nyapres itu keren. Masyarakat tepuk tangan,'' lugasnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.

Load More