Langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingn melakukan reshuffle kabinet disebut blunder. Jokowi disebut perlu berhitung-hitung untuk melakukan hal tersebut.
Pertimbangan politik, menjadi alasannya. Karena, langkah tersebut dianggap memberi sentimen positif ke lawan.
Untuk diketahui, kabarnya reshuffle ini dilakukan karena perasaan kecewa terhada NasDem. Namun, jika benar, hal itu bisa jadi sentimen positif bagi elektorat partai mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden (Capres).
''Itu presiden kasih panggung Nasdem. Bisa nembus tiga besar,'' ujar pengamat politik Hendri Satrio, dikutip Kamis (29/12/2022).
Ia yang juga yang juga Pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI menuturkan, sejarah politik Bumi Pertiwi menunjukkan sisi emosional, dan hal itu katanya sangat berpengaruh. Khususnya, penentuan sikap politik masyarakat.
''Karena (bisa) dianggap partai yang dizalimi,'' imbuhnya.
Secara logika, sikap kepada NasDem itu dianggap kurang pas. Lantaran, komitmen buat berkoalisi setelah Pemilu 2019 dengan keinginan NasDem mengusung Anies untuk Pemilu nanti dianggap momen yang beda.
Menurutnya, tak ada kewajiban bagi partai ketika koalisi untuk bersama di pemilu ke pemilu.
''Kalau presiden tersinggung dengan Nasdem dan diganti, itu mencoreng level kenegarawanan,'' katanya.
Baca Juga: LENGKAP! Update Jadwal Masuk Sekolah Ajaran Baru 2023 di 38 Provinsi
Jika ada pemilihan menteri baru, menurutnya tak gampang. Kemudian, bisa saja menciptakan friksi.
Apabila yang digadang-gadang kayak FX Hadi Rudyatmo, baginya, bisa ada persoalan dengan PDIP. Pasalnyam Rudy dianggap sebagai pendukung Ganjar Pranowo.
''Masa iya tinggal setahun mau menimbulkan friksi?,'' tanyanya.
Di akhir 2 tahun ini, ia menyarankan agar Jokowi bisa fokus buat mengakhiri pemerintahan dengan baik. Agar mampu meninggalkan kursi presiden dengan kesan senada.
'Kalau, misal, ternyata presiden (melakukan) reshuffle buat para menteri (yang) sibuk nyapres itu keren. Masyarakat tepuk tangan,'' lugasnya.
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Tampang Abdul Ballout Pelaku Serangan Berdarah di Berlin Terafiliasi dengan ISIS
-
QRIS dan BI-FAST Jadi Senjata Perkuat UMKM, BI Dorong Pembiayaan Produktif
-
PSSI Harap-Harap Cemas! Klub Belum Kasih Izin, Justin Hubner Absen Bela Timnas Indonesia?
-
Review The Sweater: Pelajaran Sederhana tentang Berbagi dan Peduli
-
Bakal Heboh di Akhir Bulan Ini! Demon Slayer hingga Bloody Smart Siap Tayang di OTT CATCHPLAY+
-
Hadapi Kamboja Malam Ini, Timnas Indonesia Dapat Kabar Buruk John Herdman Putar Otak
-
Persebaya Pecundangi Persija, Bernardo Tavares Bongkar Kunci Sukses Patahkan Taktik Shin Tae-yong
-
AS dan Iran Hentikan Aksi Militer, Harga Minyak Anjlok 5 Persen!
-
4 Shio yang Hidupnya Jadi Lebih Mudah Mulai Hari Ini, Semua Tantangan Terlewati
-
Mojtaba Khamenei Tegas: AS Mau Damai, Suruh Israel Hentikan Serangan ke Lebanon