Depresi harus diwaspadai. Dengan cara mengetahui lebih awal gejala depresi.
Depresi adalah penyakit yang ditandai dengan rasa sedih berkepanjangan. Hingga kehilangan minat terhadap kegiatan-kegiatan yang sering dilakukan dengan senang hati.
Penderita depresi akan berhenti menjalankan kegiatan yang biasa dilakukan sehari-hari setidaknya selama dua minggu.
Selain itu, ada juga sejumlah gejala depresi berat yang perlu diwaspadai. Hal ini harus diketahui agar kita bisa cepat mengantisipasinya.
Berikut beberapa gejala depresi berat yang perlu diwaspadai:
1. Sering cemas secara berlebihan
Sering merasa cemas secara berlebihan, seperti gelisah dan khawatir, juga termasuk gejala depresi berat. Pada kondisi ini, penderita depresi cenderung tidak bisa berhenti berpikir tentang hal buruk yang akan terjadi.
Ketika merasa cemas atau overthinking yang ekstrem, gejala fisik bisa menyertai, seperti detak jantung dan pernapasan menjadi lebih cepat serta sesak napas.
2. Halusinasi atau delusi
Baca Juga: Denny Sumargo Minta Rozy Zay Hakiki Setop Lapor Polisi: Habis Duit Lo Nanti
Dalam kasus yang sangat parah, gejala psikotik seperti halusinasi dan delusi, juga bisa menjadi tanda seseorang mengalami depresi berat.
Delusi bisa membuat seseorang percaya pada hal-hal yang tidak masuk akal atau tidak berdasarkan pada kenyataan. Sementara itu, halusinasi dapat ditandai dengan melihat, mendengar, atau merasa tersentuh oleh hal-hal yang sebenarnya tidak ada.
3. Tidak mampu mengurus diri sendiri
Tanda depresi berat lainnya adalah ketidakmampuan mengurus diri sendiri, termasuk makan, mandi, atau memenuhi tanggung jawab pekerjaan, baik di rumah maupun di kantor.
Penderita depresi berat biasanya sulit konsentrasi dan sering mengabaikan pekerjaannya, sehingga selalu mendapatkan masalah di kehidupan sosialnya.
4. Hilangnya minat pada aktivitas yang dulunya menyenangkan
Saat merasa sedih, beberapa orang umumnya akan melakukan aktivitas yang disukai, misalnya berjalan-jalan, berolahraga, atau menonton film. Namun, pada kondisi depresi berat, penderitanya justru menghindari atau bahkan tidak lagi memiliki minat terhadap hobi atau aktivitas yang disenangi.
5. Sedih dan putus asa terus-menerus
Berbeda dari sedih biasa, sedih pada depresi berat terasa lebih mendalam dan berlangsung secara terus-menerus. Selain menyebabkan perasaan sedih, depresi berat juga menimbulkan rasa putus asa yang tidak kunjung hilang.
Pada situasi seperti ini, penderitanya akan lebih mudah menangis dan merasa seolah-olah tenggelam ke dalam lubang yang dalam dan gelap tanpa jalan keluar. Penderitanya juga hampir tidak memiliki harapan bahwa keadaan akan berubah.
Sementara itu, ada juga yang mungkin selalu merasa bersalah, merasa dirinya tidak berharga, bahkan membenci diri sendiri.
6. Waktu tidur terganggu
Saat mengalami depresi berat, seseorang biasanya menderita gangguan tidur. Beberapa orang mungkin merasa lelah sepanjang waktu dan tidur secara berlebihan atau lebih lama dari biasanya.
Sementara itu, sebagian lain mungkin justru tidak bisa tidur, bahkan saat merasa lelah sehingga sering terjaga sepanjang malam. Berbagai penelitian juga mengungkapkan bahwa banyak orang yang mengalami gangguan tidur saat depresi berat.
7. Penurunan berat badan yang signifikan
Pada saat depresi, sebagian orang cenderung makan berlebihan. Namun, pada kondisi depresi berat, biasanya yang terjadi justru sebaliknya.
Orang yang depresi berat umumnya tidak nafsu makan dan mengalami penurunan berat badan yang signifikan. Penderita depresi juga tidak peduli dengan kesehatan fisiknya sendiri.
Selain itu, karena tubuh dan pikiran terhubung, depresi berat juga dapat menyebabkan berbagai keluhan fisik pada penderitanya, seperti sakit kepala berulang, masalah pencernaan, atau rasa sakit yang tidak ada pemicunya.
8. Percobaan bunuh diri
Ini merupakan gejala depresi berat yang paling serius. Seseorang yang mengalami depresi berat bisa sering berpikir atau berbicara tentang kematian. Tidak hanya itu, orang dengan depresi berat juga tidak ragu untuk menyakiti dirinya sendiri atau bahkan melakukan percobaan bunuh diri.
Perilaku yang berbahaya ini sering kali dipicu oleh konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan atau penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa di antara orang yang telah melakukan upaya bunuh diri ditemukan kandungan alkohol dalam darah mereka.
Nah, itulah beberapa gejala depresi berat yang perlu diwaspadai. Jika ada yang dialami seperti gejala di atas, segera konsultasikan ke dokter.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Tok! OJK Bekukan Izin Underwriter UOB Kay Hian Sekuritas, Buntut Skandal IPO REAL
-
Sempat Dikira Kain Popok, Begini Cerita Fatmawati Saat Pertama Kali Terima Bahan Bendera Pusaka
-
Pekerja BRI Insurance Galang Dana Mandiri demi Bencana Sumatra
-
Liam Rosenior Tuduh Arsenal Tak Hormati Chelsea, Mikel Arteta Bantah Keras
-
Mensos Gus Ipul: Digitalisasi Bansos Signifikan Tekan Kesalahan Data
-
Kemensos Rehabilitasi 7 PMI Korban TPPO di Turki
-
Sulis Jadi Simbol Perempuan Muslim Berdaya Fatayat NU
-
WN China Tersangka Kasus Tambang Emas Kabur, Ditangkap Imigrasi di Entikong
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
Soroti Kematian Bocah SD di NTT, Hasto PDIP: Bangunlah Jiwanya, Tapi Anak Tak Bisa Beli Pena