Bisnis / Makro
Minggu, 10 Mei 2026 | 19:14 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN KiTa edisi Maret 2026 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (5/5/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
Baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi menanggapi keraguan investor global terkait ketahanan ekonomi Indonesia di tengah konflik Amerika Serikat dan Iran.
  • Pemerintah Indonesia menjajaki peluang investasi dari Tiongkok dengan bunga rendah sebagai alternatif pendanaan guna menjaga stabilitas pembiayaan nasional.
  • Kementerian Keuangan memastikan kepercayaan investor tetap tinggi seiring realisasi pembiayaan APBN Maret 2026 yang mencapai angka 257,4 triliun rupiah.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi menceritakan pengalamannya saat menemui investor global ketika melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat beberapa waktu lalu.

Di pertemuan itu, Purbaya sempat ditanyakan oleh investor asing soal kondisi ekonomi Indonesia di tengah perang AS vs Iran. Jika kinerja ekonomi buruk, para investor itu hanya menanamkan sedikit investasi di RI.

"Salah satu yang ditanyakan investor di sana adalah, ini kan dia nekan kita kan, 'Kalau Anda enggak bagus, saya invest-nya sedikit'. Ya kira-kira begitu, tapi ngomongnya halus," kenang Purbaya saat konferensi pers APBN KiTa edisi Maret 2026, dikutip Minggu (10/5/2026).

Mendapat tekanan itu, Purbaya mengklaim kalau kondisi perekonomian Indonesia justru sedang membaik. Ia meminta investor untuk tidak usah takut jika mau investasi ke Indonesia.

Bahkan Purbaya mengklaim kalau dirinya sudah berdiskusi dengan China untuk menjadi opsi lain sebagai investor di Indonesia. Ia menyebut negara Tirai Bambu itu amat minat untuk investasi, bahkan dengan bunga rendah.

"Saya sudah ke China juga. China amat berminat untuk melakukan investasi di kita. Timbal balik kita juga di sana, dan bunganya lebih rendah, hanya 2,3 persen," lanjutnya.

"Jadi saya kasih sinyal ke mereka, kalau lu enggak mau, yang lain ada yang mau, yang lebih murah, kira-kira begitu," timpal dia.

Per Maret 2026, Kementerian Keuangan melaporkan realisasi pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencapai Rp 257,4 triliun. Dengan ini Purbaya yakin investor bakal berminat dan percaya ke Pemerintah.

"Jadi segi pembiayaan, enggak ada masalah. Investor masih berminat ke kita dan kepercayaan mereka ke kita masih tinggi," jelasnya.

Baca Juga: Gaji ke-13 ASN, TNI, Polri, dan Pensiunan Dipotong? Ini Kata Purbaya

Load More