Kemunculan pulau baru di Kabupaten Kepulauan Tanimbar pasca gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,9 yang terjadi beberapa waktu lalu membuat heboh masyarakat Maluku.
Pasalnya, fenomena geologi ini membuat masyarakat panik dan memilih untuk mengungsi. Menurut informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kemunculan pulau baru di atas permukaan air tersebut dinamai sebagai mud volcano.
Menurut BMKG, mud volcano ini bisa saja muncul setelah terjadi gempa yang kuat. Bahkan fenomena alam ini sebelumnya juga pernah muncul di barat Pulau Nias pada tahun 2005 silam.
Lantas apa itu mud volcano dan dampaknya bagi masyarakat? Simak penjelasannya.
Apa Itu Mud Volcano
Meskipun disebut dengan nama mud volcano, namun pulau baru tersebut bukanlah gunung merapi. Dikutip dari sciencedirect, mud volcano adalah material gunung berapi yang berbentuk kerucut yang terbentuk ketika lumpur dengan air dan gas yang diekstrusi di dasar laut.
Menurut BMKG, hal ini dapat terjadi lantaran tekanan dalam lapisan kulit bumi terakumulasi ketika cairan dan gas di bawah tanah tak dapat keluar. Gas dan cairan tersebut terjebak dalam lapisan sedimen.
Kemudian, material lunak tersebut menjadi overpressure jika ada gaya tektonik atau gempa kuat sebagai ‘input motion’. Gempa memberikan tekanan di bawahnya dan ketika lapisan yang lebih dalam mengendur, maka tekanan menyebar ke luar.
Gunung lumpur yang dianggap pulau baru itu pun akhirnya terbentuk karena cairan dan gas dalam bumi ingin keluar melalui rekahan batuan. Selanjutnya, material lunak tersebut perlahan akan membentuk tumpukan lumpur yang nantinya gunung lumpur ini akan hilang dengan sendirinya.
Baca Juga: Beroperasi Secara Gratis, Jalan Tol Bengkulu-Taba Penanjung Dilewati 45 Ribu Mobil
Dampak Terjadinya Mud Volcano
Mud volcano ini dapat muncul di permukaan tanah dengan ketinggaan lebih dari 200 meter, semakin tinggi maka akan semakin berbahaya juga dampaknya bagi masyarakat sekitar. Seperti contoh mud volcano di Indonesia adalah terbentuknya Pulau Lusi di Sidoarjo, Jawa Timur.
Pulau Lusi terbentuk akibat dari endapan lumpur hasil buangan ke Sungai Porong, Sidoarjo. Pulau tersebut memiliki luas sekitar 93,4 Hektare. Endapan lumpur tersebut terjadi karena pengeboran PT Lapindo Brantas di Sidoarjo, Jawa Timur, terus meluas.
Dengan adanya peristiwa tersebut yang masih terus berlangsung sampai saat ini membuat 16 rumah tergenang dan sekitar 30 pabrik harus terpaksa menghentikan aktivitasnya. Terhitung kurang lebih 600 hektare lahan terendam oleh lumpur lapindo. Bahkan lumpur tersebut mengandung logam berat jenis Kadmium yang memiliki efek buruk terhadap lingkungan dan manusia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung