/
Kamis, 12 Januari 2023 | 18:15 WIB
Anies Baswedan. [Istimewa]

Elektabilitas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menempati posisi tertinggi. Hal itu berdasarkan hasil survei yang dilakukan Magna Charta Politika.

Di posisi kedua ada Partai Demokrat. Selisih 2 partai itu cuma 3,5 persen saja. Hal itu disampaikan Direktur Kajian Magna Charta Politika Wildan Ramadhan.

"Di posisi pertama masih ditempati oleh PDI Perjuangan dengan elektabilitas 17,8 persen, posisi kedua Partai Demokrat 14,3 persen, posisi ketiga ditempati oleh Partai Gerindra yang mengalami penurunan dan menjadi 10,8 persen," jelasnya, dikutip Kamis (12/01/2023).

Usai Gerindra, ada Partai NasDem, Golkar, PKS, PKB, PAN dan PPP. Masing-masing elektabilitasnya 8,1 persen, 7,8 persen, 7,6 persen, 4,3 persen, 2,3 persen dan 1,9 persen.

Sedangkan partai politik (Parpol) di luar parlemen mendapatkan 6,8 persen. Lalu untuk responden yang belum menentukan ada 18,5 persen.

Bukan cuma buat parpol, survei itu juga melakukan hal tersebut untuk calon presiden (Capres). Hasilnya, nama Ganjar Pranowo ada di posisi terbawah.

Di atas nama Gubernur Jawa Tengah (Jateng) itu ada Agus Harimurti Yudhoyono. Untuk nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan berada di posisi atas survei.

"Anies mendapatkan 19,7 persen, Prabowo Subianto 16,8 persen, AHY 11,9 persen, dan Ganjar Pranowo 11,7 persen," ujarnya.

Selanjutnya, Airlangga Hartato mendapatkan dukungan 5,2 persen, Sandiaga Uno 3,5 persen, Ridwan Kamil 2,2 persen, Puan Maharani 2,1 persen, Erick Tohir 0,7 persen, dan Khofifah 0,6 persen, serta yang belum menentukan pilihan sebanyak 25,3 persen.

Baca Juga: Dikawal Ketat Barracuda hingga Tim Gegana, Lukas Enembe Didorong Pakai Kursi Roda saat Diperiksa Sebagai Tahanan KPK

Survei ini dilakukan dengan memilih acak 2.000 responden dengan margin of error sekira 2,19 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Pengambilan sampel dilakukan pada 3 Januari 2023 hingga 10 Januari 2023 dengan mengambil populasi WNI yang memiliki hak pilih dalam Pemilu dari 34 provinsi.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.

Load More