Pihak Alfamart akhirnya buka suara menanggapi viralnya video calon karyawan yang menangis karena ditegur atasannya.
Adapun teguran itu terjadi diduga karena calon karyawan itu lupa tidak menyapa pelanggan yang datang.
Padahal, menyapa pelanggan merupakan salah satu standar operasional prosedur (SOP) wajib bagi karyawan Alfamart.
Buntut dari viralnya video tersebut, pihak Alfamart meminta maaf dan menjelaskan lebih lanjut terkait video tersebut.
Disebutkan Alfamart, video tersebut terjadi pada Minggu, 15 Januari 2023 di salah satu gerai Alfamart di Kota Serang, Banten.
"Kami memohon maaf dan sekaligus mengucapkan terima kasih atas kritik dan saran yang diberikan, sehingga kedepan Alfamart dapat meningkatkan komitmen untuk memberikan pelayan yang lebih baik kepada seluruh masyarakat Indonesia," tulis Alfamart di akun Instagram resminya, Selasa (17/1/2023).
Pihak Alfamart membantah bahwa perusahaannya tidak ada standar prosedur pengambilan video untuk penerimaan calon karyawan.
Untuk itu, pihaknya mengaku telah menegur karyawannya yang merekam video itu.
"Alfamart telah memanggil dan menegur keras serta memberikan sanksi atas karyawan yang melakukan pengambilan video tersebut," tulisnya.
Baca Juga: Kabar Bahagia, Fadillah Arbi Aditama Lanjutkan Balapan di JTT JuniorGP 2023
Sementara, calon karyawan yang menangis sesenggukan itu diberi kesempatan lagi untuk melanjutkan masa pelatihannya.
"Sedangkan calon karyawan melanjutkan masa pelatihan kerja dengan menerapkan standar prosedur kerja dan komitmen untuk melayani konsumen dengan baik," tulis keterangan Alfamart.
Sebelumnya diberitakan, beredar video seorang perempuan berjilbab hitam dan memakai setelah hitam menangis tersedu-sedu.
Dalam video berdurasi 2 menit 20 detik, perempuan itu meminta maaf kepada atasan yang merekamnya. Hal itu karena ia tidak menyapa pelanggan dalam Alfamart.
"Saya minta maaf karena saya di toko kurang menyapa pelayan, itu merupakan kesalahan saya tidak menyapa pelanggan untuk melayani seorang pelanggan. Tidak menyapa pelanggan," kata perempuan tersebut sambil menangis.
Video tersebut lantas menjadi viral dan kecaman terus membanjiri atasan tersebut karena dianggap semena-mena terhadap calon karyawan.
Berita Terkait
-
Sejumlah Siswanya Jadi Korban Perpeloncoan Alumni, SMAN 6 Jakarta Siap Seret Pelaku ke Ranah Hukum
-
Viral! Calon Pegawai Alfamart Diancam Pecat Gara-gara Tak Beri Salam ke Konsumen
-
Kena Imbas Kasus Rozy dan Norma Risma, Denny Sumargo: Gara-gara Kreatif Gue Udah Nerima Telfon Norma, Gue Pecat Habis Ini
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Review Hanasui Power Bright Expert Serum, Beneran Bikin Cerah Cuma dalam 7 Hari?
-
Kuba 'Kiamat Kecil' Gara-gara Mati Listrik, Negara Lumpuh Total di Tengah Cuaca Panas Ekstrem
-
Zulhas Ultimatum Appi Soal PSEL: Dua Pekan Harus Beres, Kalau Tidak Diambil Alih Gubernur
-
TNI AD Didorong Terus Berbenah Ikuti Perkembangan Zaman
-
Dari Kegagalan Menuju Sapta Abdi Praja, Charina Anggie Simbolon Wujudkan Mimpi Sang Ayah
-
Kinerja Jeblok, Saham BRMS Masih Layak Dikoleksi?
-
Misteri "Mr. S": Buku Bergambar Paling Kocak yang Wajib Dibaca Anak Sebelum Masuk Sekolah
-
Mobil Listrik BYD Atto 1 vs Wuling Aira EV: Adu Harga, Fitur, dan Skema Kredit
-
Belum Juga Berunding, Donald Trump Ancam Iran dengan Pemenggalan
-
Bahlil Bantah 3 Perusahaan Disebut Aktivasi Izin Tambang di Raja Ampat