/
Rabu, 15 Maret 2023 | 09:57 WIB
Pperang pandan

Mandalika sendiri merupakan putri cantik yang menghanyutkan diri ke laut lepas supaya terhindar dari peperangan antar pangeran yang memperebutkan dirinya.

Tradisi Bau Nyale diselenggarakan di sepanjang pantai bagian selatan hingga ke timur. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, banyak atau tidaknya nyale yang muncul diyakini sebagai pertanda banyak tidaknya hasil panen para petani di tahun itu.

4. Dugderan di Jawa Tengah

Memasuki bulan suci Ramadan, ada hal menarik yang dilakukan oleh warga Semarang dalam menyambut bulan ini. Mereka mempunyai tradisi unik yang disebut dugderan yang telah ada sejak masa kepemimpinan Bupati Kyai Raden Mas Tumenggung Purbaningrat.

Tradisi ini pada awalnya muncul akibat perbedaan pendapat masyarakat mengenai penetapan dimulainya Ramadan. Tradisi dugderan diawali dengan upacara dan penampilan para penari, lalu disusul oleh arak-arakan warak ngendog, atraksi warak ngendog, dan parade menuju Masjid Kauman Semarang atau Masjid Agung Jawa Tengah.

5. Seba di Banten

Suku Badui dari Lebak, Banten ternyata memiliki tradisi unik yang jarang diketahui banyak orang lho, yakni upacara Seba. Upacara ini bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur atas hasil panen yang berlimpah kepada Yang Maha Kuasa, serta harapan akan keselamatan.

Upacara ini juga bisa diartikan sebagai kunjungan resmi masyarakat Badui setelah musim panen, dimana masyarakat BaduI menyerahkan hasil panen mereka ke bupati dan pemerintah menyerahkan bingkisan juga pada perwakilan masyarakat Badui.

Baca Juga: Bangga! Kampus Tanah Air jadi Kampus Nomor 1 di Asia Tenggara 2023

Load More