Uya Kuya dan Astrid tidak keberatan anaknya, Cinta Kuya, tidak pulang menjalani puasa Ramadan bersama di Indonesia.
Karena Cinta Kuya punya keinginan kuat mencari uang dengan jadi tukang cuci piring di Amerika.
"Cinta katanya mau kerja, katanya mulai dari apalah, cuci piring juga nggak apa-apa kata dia. Karena dia baru survey, cuci piring di sana gajinya 17 dollar sejam," jelas Uya Kuya.
"Misal sehari kerja 8 jam, berarti 130 dollar-an per hari. Berarti sehari bisa dapat 130 dollar, sekitar 2 juta per hari," imbuhnya.
Uya pun sempat heran apa putrinya bisa melakukan pekerjaan itu. Namun, Cinta Kuya menyanggupi melakoninya.
"'Lu nggak apa-apa Cin jadi tukang cuci piring?' 'Lah nggak apa-apa pa'. Bayangin aja 17 dollar, 'Enak' dia bilang gitu," terangnya.
Cinta Kuya beralasan ingin bekerja demi bisa memiliki uang tambahan secara mandiri. Namun, Uya Kuya berpikiran lain.
"Mau cari uang tambahan katanya. Udah mau kerja apa jangan-jangan udah punya cowok. Itu sih yang bikin gua penasaran," ungkap Uya Kuya.
Meski begitu, Uya Kuya dan Astrid tetap khawatir sebagai orang tua saat anaknya yang sedang pemulihan menjalani puasa Ramadan sendiri di negeri orang. Sebab itu, neneknya berencana menengoknya beberapa hari.
Baca Juga: 4 Bahaya Terlalu Sering Mengonsumsi Mie Instant, Bisa Sebabkan Diabetes!
"Yang kita khawatirin dia puasa sendiri, dia di rumah sendiri, masak sendiri. Mamanya Astrid paling bakal nyusul dia minggu ketiga puasa," ucapnya.
Sebagai informasi, Cinta Kuya belum lama ini mengalami kecelakaan mobil di Amerika. Mobilnya ditabrak dari belakang hingga rusak parah.
Beruntung kondisi Cinta Kuya tidak terlalu mengkhawatirkan.
Cinta Kuya sudah bertekad ingin bekerja menjadi tukang cuci piring selama libur musim panas di sana, yang bertepatan dengan momen Ramadan.
"Summer ini nggak pulang ke Jakarta. Mau kerja dia udah izin," kata Uya Kuya di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, baru-baru ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Alasan Yamaha Gear Ultima Cocok Jadi Teman Mobilitas Harian, Irit Bahan Bakar dan Bagasi Luas
-
Lebih dari Sekadar Ibu Kota, Jakarta Bertransformasi Jadi Kota yang 'Hobi' Mendengar
-
5 Motor Honda yang Namanya Mirip Mobil, Kebetulan atau Sengaja?
-
Membaca Ulang Sang Mahapatih Gajah Mada di Buku Agus Munandar
-
Ulasan The Winning Try: Kisah Tim Rugby Buangan yang Layak Diperjuangkan
-
Steam Summer Sale 2026 Dimulai, Cek Rekomendasi Game PC dengan Diskon Besar Ini
-
Jerman Tumbang dari Ekuador di Piala Dunia 2026, Julian Nagelsmann Murka Soroti Disiplin Pemain
-
Mengintip Surga Laptop Second Jogja yang Jadi Penyelamat Mahasiswa Rantau
-
Skutik Terlaris New Honda BeAT Makin Mewah Lewat Sentuhan Desain Premium
-
Saat Stigma Menjadi Senjata: Mengapa Label "Demo Bayaran" Bisa Mematikan Demokrasi?