Beredar konten yang dimanipulasi soal Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Lampung Reihana Wijayanto yang diamankan karena kasus korupsi.
Kabar tersebut beredar di Facebook. Namun, kabar dan video itu merupakan hasil manipulasi dari foto ketika tersangka AK (45) otak pembunuhan terhadap suami dan anak tirinya digiring sejumlah anggota polisi.
Peristiwa itu terjadi di Polres Sukabumi, Jawa Barat (Jabar) pada Rabu 28 Agustus 2019 lalu. Akun Facebook yang mengunggah bernama Seputar nusantara.
Unggahan itu diposting pada 25 April 2023. Ia mengunggah sebuah video yang menampilkan foto seorang wanita mengenakan baju orange dengan narasi “ALHAMDULILLAH GERAK CEPAT KPK BERBUAH MANIS, TERBUKTI K0RUPSI, KADINKES LAMPUNG BERHASIL DI AMANKAN”.
Berdasarkan hasil penelusuran, adanya video yang menampilkan foto seorang wanita mengenakan baju orange yang diklaim sebagai penangkapan Kadinkes Lampung Reihana Wijayanto.
Faktanya, bukan penangkapan Kadinkes Lampung. Foto di video itu adalah foto hasil manipulasi dari foto ketika tersangka AK (45), otak pembunuhan terhadap suami dan anak tirinya, digiring sejumlah anggota polisi di Polres Sukabumi Jawa Barat, pada Rabu, 28 Agustus 2019 lalu.
Foto yang asli, salah satunya dimuat di artikel berita berjudul “Terlilit Utang Rp 10 M hingga Bakar Jasad Suami, Aulia: Saya Ingin Bunuh Diri Saja” yang terbit di situs Kompas.com pada 30 Agustus 2019 kemarin.
Tersangka Aulia Kesuma alias AK, merupakan otak pembunuhan terhadap suaminya, Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) dan anak tirinya, M Adi Pradana alias Dana (23). Aulia menyewa dua orang pembunuh bayaran berinisial S dan A untuk menghabisi nyawa suami dan anak tirinya itu karena terlilit utang.
Dari penjelasan itu, kabar soal Kadinkes Lampung Reihana Wijayanto ditangkap karena korupsi tidak benar.
Baca Juga: CEK FAKTA: Ferdy Sambo Dieksekusi, Dimakamkan 23 April 2023
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Jokowi Mulai Keliling Indonesia, Lampung Jadi Tujuan Pertama, Ada Agenda Apa?