/
Kamis, 04 Mei 2023 | 12:55 WIB
Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa. ((Dok: Pemprov Jatim))

Bursa Cawapres untuk pemilu 2024 kini masih jadi pertaruhan banyak partai politik.

Kini Anies Baswedan yang juga telah diajukan sebagai bakal Calon Presiden (Capres) juga belum menentukan siapa sosok bakal calon Wakil Presiden (Cawapres) yang jadi pendampingnya.

Namun, belakangan ini Anies Baswedan disebut telah memilih mantan Menteri sosial, Khofifah hingga membuat AHY kejang-kejang.

Benarkah hal itu?

Kabar ini didapatkan dari sebuah video dengan judul : "Berita terkini – ANIES RESMI PILIH KHOFIFAH HINGGA AHY KEJANG KEJANG DI TEMPAT"

PENJELASAN

Kabar Anies Baswedan pilih Khofifah Indar Parawansa sebagai cawapres 2024 diunggah salah satu akun Facebook.

Akun Facebook tersebut memperlihatkan beberapa video yang salah satunya saat deklarasi yang dimaksud peresmian Cawapres.

Kendati demikian video yang beredar di Facebook itu tidak sesuai dengan klaim yang disertakan sebagai judul maupun narasi video.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Ungkap Penyebab Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri Menangis

Setelah ditelusuri ternyata video tersebut berasal dua artikel berbeda yang ada di internet.

Kedua artikel tersebut memberitakan  partai pendukung Anies Baswedan akan menjadikan khofifah sebagai cawapres mendampingi Anies Baswedan.

Padahal hingga kini belum ada penentuan siapa cawapres yang akan mendampingi Anies Baswedan.

Namun demikian, video tersebut ta berkaitan dengan peristiwa pengumuman cawapres Khofifah. Salah satu video merupakan kegiatan “syukuran dan launching pesantren Subulussalam” yang dihadiri ketua Partai PKS.

KESIMPULAN

Karena hingga saat ini belum ada pernyataan resmi mengenai Cawapres yang akan mendampingi Anies Baswedan maka video tersebut bisa dibilang cacat klaim.

Sedangkan narasi dalam video tidak ada pernyataan secara valid yang mengatakan Khofifah Indar Parawansa sebagai cawapres.

Oleh karena itu bisa disimpulkan bahwa kabar Anies Baswedan pilih Khofifah sebagai bakal cawapres adalah tidak benar dan masuk dalam kategori manipulasi atau hoaks.

Load More