Seksolog Dokter Boyke mengatakan berhubungan seks lewat anus memiliki banyak risiko. Sehingga tidak disarankan.
“Lewat belakang bisa hepatitis, itu kita harus ambil risiko-risiko seperti itu,” kata Dokter Boyke.
Dikutip dari berbagai sumber, ada beberapa risiko dan bahaya seks lewat anus menurut penelitian ilmiah. Di antaranya, penularan penyakit menular seksual (PMS).
Seks lewat anus dapat meningkatkan risiko penularan PMS seperti HIV, sifilis, gonore, herpes, dan lainnya. Kontak dengan darah, sperma, atau cairan vagina atau anus dapat menyebabkan penularan infeksi.
Kemudian cedera pada anus dan rektum. Seks lewat anus dapat menyebabkan cedera pada dinding anus dan rektum, termasuk robekan, luka, dan perdarahan. Cedera tersebut dapat menyebabkan rasa sakit, infeksi, dan bahkan peradangan.
Selain itu kontaminasi feses atau kotoran. Seks lewat anus juga dapat meningkatkan risiko kontaminasi feses, yang dapat menyebabkan infeksi dan penyakit lainnya.
Feses mengandung bakteri dan virus yang dapat menyebabkan infeksi pada saluran pencernaan, saluran kemih, dan organ lainnya.
Ada juga risiko ruptur kondom. Kondom dapat melindungi dari penularan PMS, tetapi kondom yang digunakan pada seks lewat anus dapat lebih mudah robek dan pecah karena gesekan dan tekanan yang lebih tinggi pada area tersebut.
Seks lewat anus dapat menimbulkan trauma psikologis pada beberapa orang, terutama jika dilakukan tanpa persetujuan atau merasa dipaksa untuk melakukannya.
Baca Juga: Dituntut Hukuman Mati, Teddy Minahasa Bakal Jalani Sidang Vonis Hari Ini!
Berikut beberapa bahaya mengerikan di balik anal seks yang jarang diketahui:
1. Infeksi Bakteri pada Anus dan Rektum
Bahaya seks anal yang perlu diwaspadai yakni infeksi bakteri. Minimnya pelumasan alami menyebabkan anus dan rektum rawan tergesek dan cedera.
Cedera tersebut bisa jadi tak kasat mata lantaran ukurannya yang sangat kecil. Tapi, bakteri dari tinja dapat bersarang di bagian tubuh yang terluka dan memicu infeksi.
2. Penyakit Menular Seksual
Seks anal dapat menjadi pintu penularan penyakit menular seksual seperti klamidia, gonore, infeksi HPV, sifilis, sampai HIV/AIDS.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Bangkit dari Keterpurukan, Jan Olde Riekerink Jadikan Laga Kontra Persija sebagai Pelampiasan
-
Awas Lubang Maut! Polresta Tangerang Petakan 4 Titik Jalur Mudik Paling Rawan Kecelakaan
-
Pensiunan Diincar Penipu Jelang Lebaran, Komisaris TASPEN Ariawan Ungkap Modusnya
-
Jangan Terjebak Macet! Pahami Aturan Buka Tutup Jalur Puncak Jelang Idul Fitri
-
Imigrasi Sumut Distribusikan 5.000 Paket Kebaikan di Ramadan
-
Siaga Satu Arah! Polisi Pantau 6 Titik Rawan Macet Puncak Jelang Sore Hari
-
Viral TikToker Bongkar Lokasi Pertahanan Israel, Iran Diduga Langsung Mengebom
-
Pratama Arhan Pamer Gandengan Baru, Reaksi Azizah Salsha di Luar Dugaan
-
Film Reminders of Him, tentang Cinta dan Penebusan Dosa yang Menggelora
-
Jadi Amal Jariyah, Vidi Aldiano Sumbang Sound System untuk Masjid Polsek Ciputat Timur