/
Selasa, 09 Mei 2023 | 09:52 WIB
Dokter Boyke. [Istimewa]

Seksolog Dokter Boyke mengatakan berhubungan seks lewat anus memiliki banyak risiko. Sehingga tidak disarankan.

“Lewat belakang bisa hepatitis, itu kita harus ambil risiko-risiko seperti itu,” kata Dokter Boyke.

Dikutip dari berbagai sumber, ada beberapa risiko dan bahaya seks lewat anus menurut penelitian ilmiah. Di antaranya, penularan penyakit menular seksual (PMS).

Seks lewat anus dapat meningkatkan risiko penularan PMS seperti HIV, sifilis, gonore, herpes, dan lainnya. Kontak dengan darah, sperma, atau cairan vagina atau anus dapat menyebabkan penularan infeksi.

Kemudian cedera pada anus dan rektum. Seks lewat anus dapat menyebabkan cedera pada dinding anus dan rektum, termasuk robekan, luka, dan perdarahan. Cedera tersebut dapat menyebabkan rasa sakit, infeksi, dan bahkan peradangan.

Selain itu kontaminasi feses atau kotoran. Seks lewat anus juga dapat meningkatkan risiko kontaminasi feses, yang dapat menyebabkan infeksi dan penyakit lainnya.

Feses mengandung bakteri dan virus yang dapat menyebabkan infeksi pada saluran pencernaan, saluran kemih, dan organ lainnya.

Ada juga risiko ruptur kondom. Kondom dapat melindungi dari penularan PMS, tetapi kondom yang digunakan pada seks lewat anus dapat lebih mudah robek dan pecah karena gesekan dan tekanan yang lebih tinggi pada area tersebut.

Seks lewat anus dapat menimbulkan trauma psikologis pada beberapa orang, terutama jika dilakukan tanpa persetujuan atau merasa dipaksa untuk melakukannya.

Baca Juga: Dituntut Hukuman Mati, Teddy Minahasa Bakal Jalani Sidang Vonis Hari Ini!

Berikut beberapa bahaya mengerikan di balik anal seks yang jarang diketahui:

1. Infeksi Bakteri pada Anus dan Rektum

Bahaya seks anal yang perlu diwaspadai yakni infeksi bakteri. Minimnya pelumasan alami menyebabkan anus dan rektum rawan tergesek dan cedera.

Cedera tersebut bisa jadi tak kasat mata lantaran ukurannya yang sangat kecil. Tapi, bakteri dari tinja dapat bersarang di bagian tubuh yang terluka dan memicu infeksi.

2. Penyakit Menular Seksual

Seks anal dapat menjadi pintu penularan penyakit menular seksual seperti klamidia, gonore, infeksi HPV, sifilis, sampai HIV/AIDS.

Load More