Masyarakat Kutai di Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur dikenal dengan budaya adatnya yang masih kental.
Salah satu budaya yang terkenal dari masyarakat Kutai adalah adanya upacara menyambut kelahiran seorang bayi.
Dikutip dari website Kemendikbud, upacara kelahiran ini masih erat kaitannya dengan upacara kehamilan.
Upacara kehamilan sendiri berisi rangkaian acara yang telah dimulai dari kandungan berusia 3 bulan, 5 bulan dan 7 bulan.
Berbeda dengan upacara kehamilan yang sudah jarang dilaksanakan lagi, upacara kelahiran masih sering diselenggarakan oleh masyarakat Kutai di Kedang Ipil.
Menurut adat lawas, upacara kelahiran berlangsung selama 15 hari dengan beberapa tahapan.
Di antaranya tahapan memberi nama pada saat bayi lahir, lengsang sanderan dan tawar bentan di hari ke-4, serta pelas ulin di hari ke-16.
Menjelang kelahiran, suami atau pihak keluarga yang akan menyambut kelahiran akan menyiapkan peralatan untuk upacara.
Di zaman dahulu, proses kelahiran dibantu oleh dukun beranak sambil terus menerus mengucapkan memang atau doa.
Baca Juga: Ini 3 Oleh-oleh Khas Kaltim yang Murah Meriah dan Banyak Digemari
Begitu bayi lahir, dukun beranak segera memotong ari-ari dan membersihkan bayi tersebut.
Untuk menjaga ibu dan bayi dari pengaruh roh jahat yang dapat mencelakakan mereka dinyalakan suluh selama 15 malam, yang diletakkan di ruangan tempat ibu dan bayi tidur.
Selama 3 hari 3 malam, di tempat tidur ibu dipasang papan dengan kemiringan tertentu sebagai sandaran tidur agar si ibu yang masih lemah dapat cepat pulih tenaganya.
Setelah 3 hari berlalu dilakukan lengsang sanderan, yaitu melepaskan sandaran tidur si ibu lalu dilanjutkan dengan Upacara Tawar Bentan untuk memohon keselamatan bagi ibu yang baru saja melahirkan supaya tidak diganggu oleh roh jahat dan ucapan bersyukur atas kelahiran bayinya.
Pada upacara ini, si ibu dibawa ke sungai dan saat turun ke sungai si ibu membawa tombak yang diikat dengan kain putih yang berisi sesajian untuk penunggu sungai berupa keripit, pinang, beras dan rokok.
Tombak akan ditancapkan di pinggir sungai hingga berlangsungnya luput jegaan, yaitu upacara pemadaman suluh dan pengambilan tombak sebagai tanda penjagaan terhadap ibu dan bayi telah selesai.
Di hari ke-15 terdapat rangkaian terakhir dari upacara kelahiran menurut adat lawas yang disebut Upacara Pelas Alin.
Upacara ini merupakan ungkapan rasa syukur dan permohonan keselamatan dan warga desa biasanya diundang dalam upacara ini dan diajak untuk menikmati makanan yang telah disediakan oleh tuan rumah.
Upacara ini memiliki fungsi spiritual, karena diselenggarakan dalam kaitannya untuk mengucapkan syukur, memohon keselamatan dan mengusir roh jahat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
Terkini
-
iPhone Fold Semakin Nyata, Dummy Putih Ungkap Desain HP Lipat Pertama Apple
-
Siapa Tsaqib? Ini Profil dan Pekerjaan Suami Adhisty Zara
-
Bukan Pembersihan Biasa! Butuh 6 Bulan untuk Bikin Tugu Monas Kembali Kinclong
-
Review Chappie: Film Sci-Fi yang Layak Ditonton untuk Pencinta Cerita Robot
-
Mendagri Tito Ajak PIKI Ambil Peran Strategis Wujudkan Indonesia Emas 2045
-
Jaga Stabilitas dan Pemerataan Ekonomi, Mendagri Dorong Kepala Daerah se-Sulawesi Perkuat Sinergitas
-
Ruang Kerja Seskab Teddy Disorot, Foto Selfie Bareng Prabowo di Paris Sukses Bikin Salfok
-
Gubernur Sulsel Serahkan Rp1 Miliar untuk Pemulihan RSUD Syekh Yusuf Gowa
-
Terpopuler: 5 Sunscreen Lokal Hempas Flek Hitam, 4 Shio Paling Beruntung Finansial 1 Juni
-
Cek Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kupang, Gus Ipul: Sudah Mendekati 75 Persen