- Pemprov DKI Jakarta melakukan pembersihan intensif pada badan Tugu Monas dengan pendampingan pakar Pusat Konservasi Cagar Budaya.
- Proyek perawatan material bangunan bersejarah tersebut direncanakan berlangsung selama enam bulan untuk menjaga keamanan struktur monumen.
- Kawasan Monas ditutup sementara pada Senin, 1 Juni 2026, dan akan kembali dibuka bagi publik mulai besok.
Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah melakukan pembersihan intensif pada badan Tugu Monumen Nasional (Monas).
Kegiatan ini melibatkan pakar dari Pusat Konservasi Cagar Budaya (PKCB) untuk memastikan proses perawatan ikon Ibu Kota tersebut tetap menjaga kaidah pelestarian bangunan bersejarah.
Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monas, Muhammad Isa Sarnuri, menjelaskan bahwa langkah ini dilakukan melalui koordinasi ketat antar-lembaga.
"Terus berkoordinasi dengan PKCB, Dinas Kebudayaan dan Kementerian Kebudayaan," ujar Isa di Jakarta, Senin (1/6/2026).
Isa memaparkan, pembersihan khusus pada area badan tugu ini merupakan proyek jangka panjang yang direncanakan berlangsung selama sekitar setengah tahun.
Hal ini dikarenakan teknik pembersihan harus dilakukan secara terukur dan memperhatikan aspek keamanan material bangunan yang sudah berusia puluhan tahun tersebut.
"Kegiatan pembersihan masih berlangsung. Memang pembersihan khusus untuk Tugu, kurang lebih enam bulan," jelasnya.
Upaya ini dilakukan agar Monas tetap menjadi destinasi wisata yang representatif dan nyaman bagi publik.
Daya tarik Monas sendiri terpantau masih sangat tinggi; pada Minggu (31/5/2026) kemarin saja, jumlah pengunjung tercatat menembus angka 14.309 orang.
Baca Juga: Mama Sinta Bantah Diintimidasi TNI dan Naik Jet Haji Isam ke Jakarta: Itu Provokator!
Dari belasan ribu pengunjung tersebut, terdapat 126 wisatawan mancanegara yang berasal dari berbagai negara, mulai dari China, Jepang, Jerman, Inggris, Korea Selatan, Malaysia, Italia, hingga Australia.
Terkait operasional, Isa menginformasikan bahwa kawasan Monas ditutup sementara untuk umum pada hari ini, Senin (1/6/2026), bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila.
Penutupan dilakukan untuk keperluan perawatan rutin kawasan serta fasilitas penunjang lainnya.
Masyarakat dan wisatawan dapat kembali mengunjungi landmark setinggi 132 meter ini mulai Selasa (2/6/2026) besok. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
Terkini
-
Mendagri Tito Ajak PIKI Ambil Peran Strategis Wujudkan Indonesia Emas 2045
-
Jaga Stabilitas dan Pemerataan Ekonomi, Mendagri Dorong Kepala Daerah se-Sulawesi Perkuat Sinergitas
-
Cek Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kupang, Gus Ipul: Sudah Mendekati 75 Persen
-
Mensos Gus Ipul Ajak Kepala Daerah se-NTT Bangun Sekolah Rakyat
-
Prabowo Beri Penghormatan Terakhir untuk Jenderal Ryamizard Ryacudu di Kemhan Pagi Ini
-
Idul Adha Berdarah di Gaza! Drone Israel Tewaskan Dokter Senior dan Warga Sipil
-
Mama Sinta Bantah Diintimidasi TNI dan Naik Jet Haji Isam ke Jakarta: Itu Provokator!
-
Negosiasi Memanas! Trump Ubah Syarat Damai, Iran Belum Mau Mengalah
-
Viral! Gegara Hal Ini Polisi Banting dan Seret Wanita Hamil, Suami Korban Ikut Dipukuli
-
Menag Nasaruddin Umar Ajak Umat Beragama Redam Ego demi Perdamaian Dunia