Tari Dewa Memanah menjadi salah satu tarian tradisional kas masyarakat Kutai.
Konon katanya, tarian ini masih disakralkan oleh masyarakat Kutai hingga kini.
Dikutip dari laman Kemendikbud, Tari Dewa Memanah ini merupakan tarian sakral dalam upacara ritual Bepelas Sultan.
Biasanya, tarian ini dipentaskan di Keraton Kutai Kartanegara.
Sementara prinsip dari pelaksanaan tari Dewa Memanah adalah membersihkan serta meminta perlindungan, ketentraman, dan keselamatan bagi masyarakat suku Kutai.
Tarian ini selain bertujuan untuk mengusir roh-roh jahat, juga melambangkan pengharapan memanggil roh-roh para leluhur.
Nantinya roh-roh itu diharapkan mengikuti upacara yang sedang dilaksanakan dan memberikan keselamatan bagi kehidupan dunia Sultan maupun masyarakat Suku Kutai.
Busana yang menggunakan pakaian berwarna kuning sebagai simbol yang dipercaya untuk menjaga diri.
Termasuk juga menjaga tempat-tempat sakral, pengikat benda pusaka, dan lain-lain yang dikaitkan dengan kehidupan manusia agar selalu terjaga dan terhindar dari segala gangguan roh jahat dan marabahaya.
Makna dari warna kuning melambangkan keagungan bagi masyarakat suku Kutai.
Sementara properti tari Dewa Memanah melambangkan kekuatan senjata yang digunakan untuk mengusir roh-roh jahat.
Properti ini juga digunakan sebagai bentuk senjata yang membantu melindungi kehidupan manusia.
Bagi masyarakat suku Kutai, tarian ini menggambarkan hubungan manusia dan alam lingkungan sekitarnya.
Juga, manusia dengan roh-roh leluhur dan mencerminkan kehidupan sosial masyarakat yaitu sikap penghormatan terhadap nilai-nilai kehidupan yang di ajarkan para leluhur.
Sebab para leluhur telah menjaga dan melindungi masyarakat.
Tari Dewa Memanah merupakan sebuah tari yang disakralkan oleh masyarakat suku Kutai karena menjadi bagian dari upacara adat Erau yang hingga masih saat ini dipertahankan keberadaannya.
Tari Dewa Memanah merupakan ilustrasi prosesi perjalanan untuk memberitahu Dewa dan roh para leluhur bahwa mereka akan mengadakan acara memohon izin dan menghadirkan sang Dewa untuk ikut ke dalam acara yang akan dilaksanakan.
Dari tarian ini, masyarakat Suku Kutai berharap kegiatan yang akan dilaksanakan berjalan dengan lancar dan terhindar dari segala gangguan roh-roh jahat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Eks Walkot Bikin Heboh! Pakai Busana Terbuka Saat Rayakan Kemenangan Meksiko
-
Senator Republik Prediksi Donald Trump Bakal Ambil Paksa Selat Hormuz
-
Rahang Patah Tak Halangi Pemain Austria Tampil Mati-matian Jelang Lawan Argentina
-
Pemain Liverpool: Apa yang Dilakukan Lionel Messi Tak Masuk Akal!
-
Joget Gemoy Ratu Belanda di Ruang Ganti Usai Curacao Tahan Imbang Ekuador Viral
-
Daftar Lengkap 10 Pencetak Gol Termuda Piala Dunia: Lamine Yamal Lewati Messi
-
Kurang dari 16 Jam untuk Persiapan! Iran Tercekik Aturan AS, Ghalenoei Protes Keras
-
Hasil Spanyol vs Arab Saudi: Matador Tanduk Elang Hijau, Lamine Yamal Sejajar Pele
-
Argentina Lawan Austria di Dallas, Kota Terkutuk buat Maradona
-
Pemain Bongkar Borok PSSI-nya Tunisia Usai Tersingkir dari Piala Dunia 2026