Trisula merupakan senjata tradisional Bali yang memiliki tiga ujung mata tombak. Trisula sendiri berasal dari bahasa Sansakerta, yakni tri yang berarti tiga, dan sula yang berarti tombak.
Kegunaan senjata tradisional Bali yang satu ini yaitu untuk menikam dan melukai musuh ketika terjadi pertempuran jarak dekat.
Kelebihan senjata ini yaitu ketajamannya yang tidak perlu diragukan lagi. Masing-masing dari mata tombak yang ada tentu akan menambah luka pada tubuh korban.
Sedangkan kelemahannya yakni senjata ini kurang kuat jika menghadapi musuh yang berada di jarak menengah hingga jarak jauh.
Akibatnya, pengguna senjata tidak bisa dengan sembarangan melemparnya seperti tombak.
Sebelum membahas lebih jauh lagi, Trisula ini dikenal menjadi senjata dari salah satu Trimurti, yakni Dewa Siwa.
Dewa Siwa digambarkan mengenakan beberapa atribut, di antaranya bulan sabit di kepala Dewa Siwa, simpul rambut yang bergelung, memegang tongkat trisula dengan gendang kecil bernama damaru, mengenakan seekor ular cobra di lehernya, dan atribut lainya.
Trisula adalah tombak bergigi tiga sebagai lambang tiga sifat Siwa sebagai pencipta, pemelihara, dan pelebur dari alam semesta beserta isinya.
Sementara itu di bhuwana alit atau dalam tubuh manusia, trisula dihubungkan dengan trinadi, yaitu tiga simpul syaraf dalam badan astral yang terdiri dari ida, pinggala, dan susumna. Pada bagian lain trisula juga melambangkan kejayaan.
Baca Juga: Denny Sumargo Geram Dengan DJ Verny: Nama Kamu Hancur Pun Nggak Bisa Mengganti Kerugian Saya
Lantaran dikenal sebagai senjata Dewa Siwa, sehingga masyarakat Bali yang menganut agama Hindu-Budha, menjadikan senjata tersebut mempunyai keistimewaan tersendiri di hati mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Gen Z dan Tradisi Ramadan yang Mulai Bergeser: Nilai Lama vs Gaya Baru
-
Setelah Affan Kurniawan, Pelajar Ini Menyusul Gugur di Tangan Aparat: Kapan Trauma Ini Berakhir?
-
Komisi III DPR RI Sayangkan Guru Honorer di Probolinggo Dipidanakan karena Rangkap Jabatan
-
Kritik Dibungkam atas Nama HAM: Salahkah Rakyat Menentang MBG?
-
Tren Pelihara Kucing Makin Naik, Nutrisi Anabul Jadi Perhatian Utama
-
Jesus Casas Batal Latih Timnas Indonesia Berlabuh ke Klub yang Pernah Repotkan Persib Bandung
-
Suami Dwi Sasetyaningtyas Diprediksi Habiskan Uang LPDP Hampir Rp6 Miliar!
-
Sebut Dakwaan Jaksa Tidak Terbukti, Kerry Riza Minta Pembebasan dan Pengembalian Aset
-
Apakah Makan dan Minum Membatalkan Wudhu? Simak Penjelasan Hukum Fiqihnya
-
Rp986 Miliar vs Rp11 Triliun, Bodo/Glimt Bukti Si Kecil Bisa Menang Besar