4. Pura Njung Galuh
Pura Enjung Galuh terletak di dekat Kuil Jero Kandang tepatnya di Enjung Galuh, “Njung” berarti batu yang menonjol ke laut.
Pura ini dibangun untuk berdoa kepada Dewi kemakmuran, yaitu Dewi Sri, sebagai kekuatan, yang disebut Shakti, dari Dewa Wisnu, Manifestasi Dewa pelindung.
Umat Hindu berdoa meminta kesuburan tanaman termasuk tanaman padi untuk mencapai kemakmuran dalam hidup mereka. Upacara Pura Enjung Galuh di adakan setiap Rabu (Rabu) Umanis, Wara Medangsia menurut kalender Bali.
5. Pura Batu Bolong
Pura Batu Bolong terletak 100 meter di sisi barat Pura Enjung Galuh, tepatnya di Enjung Batu Bolong, yang merupakan batu karang yang menjorok ke laut dan memiliki lubang. Pura Batu Bolong dibangun untuk berdoa kepada Dewa untuk kekudusan atau kesucian.
Daerah Enjung Batu Bolong adalah tempat yang selalu digunakan untuk menyelenggarakan Upacara Melasti dan Upacara Pakelem, di mana arti dari kedua Upacara adalah untuk memurnikan dunia.
Upacara Pura Batu Bolong dalam sejarah tanah lot diadakan setiap Rabu (Rabu) Upah, Wara Langkir sesuai kalender Bali.
6. Pura Batu Mejan
Baca Juga: Berawal dari Seruan Kata Cak-cak-cak, Ini Sejarah Tari Kecak Bali
Pura Batu Mejan terletak 100 meter di sisi barat Pura Batu Bolong. Pura Batu Mejan juga dikenal sebagai Kuil Beji, “Beji” berarti tempat suci untuk mendapatkan air suci untuk upacara umat Hindu.
Pura Batu Mejan dibangun untuk penduduk desa sebagai tempat memohon belas kasihan dari Dewa melalui air suci. Upacara Pura Batu Mejan diadakan setiap Sabtu Kliwon, Wara Kuningan sesuai kalender Bali.
7. Pura Jero Kandang
Pura Jero Kandang terletak sekitar 100 meter di sisi barat Pura Penyawang. Pura Jero Kandang dibangun untuk penduduk desa di desa Beraban untuk meminta kesehatan hewan dan tumbuhan mereka dari segala penyakit.
Pura Jero Kandang adalah tempat untuk berdoa kepada Dewa dengan manifestasinya sebagai Dewa semua hewan dan tumbuhan dan juga tempat berdoa kepada Dewi Sri sebagai manifestasi Tuhan sebagai Dewi kemakmuran.
Upacara Pura Jero Kandang diadakan setiap hari Sabtu (Sabtu) Kliwon, Wara Uye atau Tumpek Kandang sesuai dengan kalender Bali.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Diplomasi Hangat 2,5 Jam di Teuku Umar: Megawati dan Ramos-Horta Perkuat Persaudaraan RI-Timor Leste
-
Khusus Dewasa! Serial Vladimir Sajikan Fantasi Erotis Profesor Sastra yang Tak Terkendali
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Bos Aplikasi Dewasa Onlyfans Leonid Radvinsky Meninggal Dunia di Usia Muda
-
Park Seo Ham dan Bona WJSN Dirumorkan Bintangi Dive Into You, Ini Sinopsisnya
-
Jalan Lembah Anai Padang-Bukittinggi Dibuka Penuh Pascabencana, One Way Picu Macet Parah hingga 7 Km
-
Rekaman Menegangkan Detik-Detik Tabrakan Pesawat Air Canada dengan Truk Pemadam di New York
-
Contoh Ikrar Syawalan Bahasa Jawa Singkat dan Artinya, Bikin Momen Halalbihalal Makin Khidmat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Naik, Malaysia Anjlok Drastis Usai Sanksi AFC
-
61 Kode Redeem FF Terbaru 23 Maret 2026, Klaim Joker Bundle dan Diamond Gratis