- Mauro Zijlstra resmi bergabung dengan Persija Jakarta dengan kontrak jangka panjang dua setengah tahun.
- Tantangan utama Zijlstra adalah adaptasi cepat terhadap iklim panas Indonesia yang berbeda dari Eropa.
- Pelatih Mauricio Souza optimis, namun mengakui pemain muda ini butuh waktu menyesuaikan diri dengan tim.
Suara.com - Resmi berseragam Persija Jakarta dengan kontrak jangka panjang 2,5 tahun, Mauro Zijlstra tidak menampik tantangan terbesar yang menantinya di awal kariernya di Indonesia yakni proses adaptasi.
Striker Timnas Indonesia ini secara terbuka mengakui bahwa ada beberapa faktor fundamental yang harus ia taklukkan untuk bisa segera menyatu dengan tim.
Pemain yang baru diumumkan pada Rabu (4/2/2026) ini secara jujur menyoroti perbedaan iklim sebagai rintangan pertama.
Baginya, cuaca panas di Indonesia menuntut penyesuaian fisik yang berbeda dibandingkan saat ia bermain di Eropa.
"Iklimnya berbeda, cuacanya panas. Tidak seperti di Eropa, jadi mungkin butuh waktu lebih lama," ucap Mauro Zijlstra.
"Pertama harus beradaptasi dengan iklim dan kompetisi," sambungnya.
Meski demikian, penyerang berusia 21 tahun ini sama sekali tidak gentar. Ia datang dengan bekal kepercayaan diri tinggi yang didapat dari pengalamannya sebelumnya.
Mauro menegaskan bahwa ini bukanlah kali pertama ia bermain di Indonesia, sehingga ia sudah memiliki gambaran mengenai apa yang akan dihadapinya.
"Beberapa minggu pertama akan digunakan untuk beradaptasi dengan pertandingan dan latihan," kata eks FC Volendam ini.
Baca Juga: Bukan Sekadar Tinggi dan Kuat, Ini Alasan Mauro Zijlstra Bisa Jadi Mesin Gol Persija
"Tetapi setelah itu saya rasa akan baik-baik saja karena saya sudah pernah bermain di Indonesia bersama Tim Nasional, jadi saya sudah terbiasa," katanya, dilansir dari laman I.League.
Sikap optimistis dan kesadaran akan proses adaptasi ini disambut baik oleh pelatih kepala Persija, Mauricio Souza.
Sang pelatih melihat potensi besar dalam diri Zijlstra namun juga memahami bahwa ia membutuhkan waktu untuk bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya setelah menyatu dengan tim.
"Dia adalah tipe pemain yang berbahaya di area kotak penalti lawan karena posturnya yang tinggi," kata Souza.
"Dia masih muda dan tentu akan banyak membantu tim ini dengan kemampuannya. Saya akan tahu lebih banyak nanti Ketika dia sudah belatih bersama tim," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Mauricio Souza Bongkar Rahasia Performa Aditya Warman yang Kini Jadi Bidikan Timnas Indonesia
-
Shayne Pattynama Rayu Mauro Zijlstra Gabung Persija Sebelum Resmi
-
Pindah ke Persija, Mauro Zijlstra Sadar Diri Tak Bisa Bersaing di Eropa
-
Persija Jakarta Setop Buang-buang Pemain Lagi ke Tim Rival, Ini Alasannya
-
Beda dengan Mauro Zijlstra, Striker Keturunan Indonesia Robin Mirisola Bersinar di Eropa
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Ini 4 Darah Muda Timnas Indonesia Pilihan John Herdman di Skuad FIFA Series 2026
-
Inilah 5 Pemain Paling Berpengalaman di Timnas Indonesia dalam FIFA Series 2026
-
Waspada Timnas Indonesia! St Kitts and Nevis Diperkuat 9 Pemain Didikan Liga Inggris
-
Kata-kata Marc Klok Usai Tak Tembus Skuad Final Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026
-
Elkan Baggott Tiba di Jakarta Jelang Bela Timnas Indonesia
-
Manchester City Juara Carabao Cup Usai Tumbangkan Arsenal 2-0
-
Jay Idzes Dkk Sukses Tahan Imbang Juventus, Fabio Grosso: Keberanian Kami Dibayar Lunas
-
Final Piala Liga Inggris, Arsenal vs Manchester City: Adu Taktik Arteta Lawan Guardiola
-
Eliano Reijnders Siap Sikut Rekan Sendiri Demi Masuk Starting XI Timnas Indonesia
-
Starting XI Timnas Indonesia di FIFA Series 2026: Elkan Baggott Duet dengan Jay Idzes?