Kalimantan menyimpan banyak alat musik tradisional yang masih terus dilestarikan hingga sekarang. Salah satu alat musik tradisional ini bernama Senggayung.
Dikutip dari laman Kemendikbud, Senggayung merupakan alat musik perkusi yang terbuat dari bambu.
Senggayung berupa pasangan bambu yang dimainkan dengan cara saling dipukulkan.
Alat musik ini dimainkan oleh beberapa orang pemain dan bervariasi antara satu tempat dengan tempat lain.
Tetapi umumnya, Senggayung dimainkan antara tiga sampai tujuh pemain atau lebih yang setiap pemainnya memainkan sepasang alat senggayung.
Besenggayung atau memainkan musik Senggayung biasanya dihadirkan dalam masa musim buah besar-besaran yang dinamakan musim buah raya.
Dalam musim ini, hampir setiap jenis buah di wilayah kampung berbuah lebat.
Selain dalam musim buah, Senggayung dalam saat terbatas juga dihadirkan dalam adat ladang tertentu, yang disebut tetulak lakau.
Besenggayung dalam musim buah selalu dimulai dengan sebuah upacara yang dilaksanakan pada awal musim buah.
Baca Juga: Resep Sanggar Banyu, Kue Tradisional Khas Kalimantan
Jadi, Senggayung merupakan alat musik tua yang telah dipergunakan sejak asal mula adanya adat buah-buahan.
Dari cerita setempat, alat musik ini dicuri dari Hantu Sampar pada saat musim buah.
Oleh sebab itu, pembuatan dan permainan alat senggayung tidak boleh dilakukan selain dalam musim buah karena dapat mendatangkan bahaya penyakit sampar.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Ratusan Mahasiswa UI dan UPNVJ Mulai Datang! 'Polisi Pembunuh' Menggema di Depan Mabes Polri
-
Berapa Zakat Mal yang Harus Dibayar? Ini Hitung-Hitungannya
-
Longsor Putus Jalur Utama PacitanPonorogo, Lalu Lintas Kini Buka Tutup
-
Seskab Teddy Bantah Keras Isu MBG Habiskan Anggaran Pendidikan: Narasi Keliru!
-
Pokemon Evolusi Mega ex Hadir dalam Format Starter Deck Siap Main
-
Kasus Bea Cukai, KPK Pamerkan Uang Rp5 Miliar dalam 5 Koper yang Didapat dari Safe House
-
Usai Pisah dengan Timnas Indonesia, Alex Pastoor Blak-blakan Incar Kursi Pelatih AZ Alkmaar
-
Langgar Kidul: Kisah di Balik Tembok Cikal Bakal Muhammadiyah
-
DPR Resmi Masukkan Anggaran Makan Bergizi Gratis ke Pos Pendidikan, Segini Angkanya!
-
Waktu Buka Puasa di Semarang Hari Ini 27 Februari 2026, Lengkap dengan Bacaan Doa