Tari Belian Namang menjadi salah satu tradisi pertunjukkan khas dari daerah Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Tarian ini berasal dari Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara.
Biasanya, pertunjukkan Tari Belian Namang berfungsi sebagai ritual dalam upacara-upacara adat yang diadakan di Desa Kedang Ipil.
Bahkan, tarian ini juga biasa dipentaskan di Keraton Kutai Kartanegara saat Erau Adat Kutai berlangsung.
Dalam tarian ini, ritual yang biasa dilakukan yakni sebagai sarana berkomunikasi dengan makhluk gaib, ritual tolak bala, dan ritual pengobatan.
Tari Belian Namang menjadi sakral karena memperlihatkan gambaran bagaimana perjalanan yang sangat jauh harus ditempuh masyarakat untuk bertemu dengan Dewa.
Adapun, perjalanan itu dilakukan untuk memberitahu dan momohon izin kepada Dewa, bahwa mereka akan melakukan kegiatan.
Mereka berharap agar kegiatan yang akan dilaksanakan dapat berjalan dengan lancar dan terhindar dari roh-roh jahat.
Jadi bisa dikatakan bahwa kedudukan Tari Belian Namang saat pentas adalah sebagai wadah penyampaian pesan kepada roh-roh leluhur.
Biasanya dalam penyelenggaraan tarian ini, masyarakat Kedang Ipil saling bekerjasama untuk mempersiapkan kebutuhan pementasan.
Baca Juga: Kedekatan Ahmad Dhani dan Safeea Disorot Publik: Nikah Hasil Rebutan
Para ibu-ibu biasanya membantu mempersiapkan sesaji seperti membuat karangan dari janur.
Sementara para bapak mempersiapkan alat musik, membuat properti, dan melakukan hal lain untuk persiapan dan saling bergotong royong bersama.
Untuk jumlah penari dan jenis kelamin dalam menarikan tari Belian Namang ini tidak ada ketentuan khusus.
Tetapi, dalam sejarah masyarakat Kedang Ipil, belum pernah ada tari Belian Namang ditarikan oleh perempuan karena syarat menjadi penari Belian Namang adalah harus bisa menguasi mantra yang selalu diucapkan ketika menari.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
12 Weton Idu Geni Menurut Om Hao, Ucapannya Bisa Jadi Kenyataan!
-
Bebas Produk Tiruan! Beli Masker Wajah Skintific Original di Blibli
-
Cara Menghitung Weton Pernikahan agar Rumah Tangga Langgeng
-
Korban Tewas KLM Nurul Salsa Bertambah, Dua Jenazah Perempuan Berhasil Diidentifikasi
-
Ramai Postingan Kurir "Ngelas", Ternyata Ini Maksud Sebenarnya
-
Agent Kim Reactivated: Saat Pertengkaran Remaja Sukses Guncang Dua Negara
-
Kasus Suap Muara Enim Makin Meluas, KPK Periksa Mantan Pj Bupati hingga Kepala Bappeda
-
Puncak Harlah PKB ke-28 Jadi Ajang Kumpul Elite Politik, Prabowo dan Gibran Juga Hadir
-
Bagaimana AI Membantu Sektor Industri Mengelola Konsumsi Energi? Begini Kata Indosat
-
Curhat ke Sri Sultan, GNB Ungkap Krisis Kepercayaan Publik pada Negara Kian Mengkhawatirkan