Prof Rosmala Nur mengatakan motif teror yang dia alami, karena Muhammad Basir Cyio kecewa dan sakit hati. Rosmala dan suaminya mendukung Prof Amar maju di pemilihan Rektor Universitas Tadulako Palu, tidak sesuai dengan pilihan Basir Cyio.
"Kata pelaku, pak Basir mau kasih pelajaran karena saya dan suami mendukung Prof Amar, tidak sesuai pilihan dia," tuturnya.
Tak hanya berupa teror, Prof Rosmala Nur juga mendapat ancaman dan bullying selama bertahun-tahun. Ia bahkan melaporkan kasus tersebut ke Polda Sulawesi Tengah.
Parahnya, tak hanya Rosmala. Lima guru besar Untad lainnya mengalami hal yang sama.
"Info dari Polda Sulteng, pekan depan sudah penetapan tersangka yang kasus pengancaman dan bully itu," tuturnya.
Usai gelar perkara, Muhammad Basir Cyio sempat menemui Rosmala Nur dan hendak meminta maaf. Namun, Rosmala mengaku tetap akan mempidanakan kasus tersebut.
"Saya tetap menempuh jalur hukum karena ini sudah pengancaman dan teror. Saya juga mengalami kerugian Rp7 juta karena mobil saya dirusak, belum lagi dibully dan diancam sampai dibilang mau dikasih keluar ususnya. Lima profesor lain juga kena," tegasnya.
Pesan singkat dan telepon seluler Basir Cyio belum bisa dihubungi. Untuk mengkonfirmasi keterangan pelaku di lapangan.
Pelaku Dibayar Rp500 Ribu
Baca Juga: LRT Bisa Digunakan Masyarakat Umum Siang Hari Ini, Tarif Mulai Rp5.000
Hasil rekonstruksi yang digelar penyidik Polres Palu pada Kamis, 24 Agustus 2023 menemukan fakta mengejutkan. Adegan demi adegan diperagakan oleh pelaku berinisial AO, yang tak lain adalah staf mantan Rektor Universitas Tadulako Palu, Muhammad Basir Cyio.
Pelaku AO diminta memperagakan saat bertemu dengan Muhammad Basir di ruangan senat Untad pada tahun 2022. Diketahui, saat itu Muhammad Basir Cyio masih menjabat sebagai ketua Senat di kampus tersebut.
Muhammad Basir lalu memerintahkan pelaku AO untuk melempar mobil Prof Rosmala Nur. Dari pengakuan pelaku, ia dibayar Rp500 ribu.
"Iya, betul (Dalangnya Basir Cyio). Pelaku mengaku dibayar Rp500 ribu. Tapi kan sudah dibawa kesana kemari (jalan-jalan) dan dibayarkan, jadi tidak mungkin menolak," ujar Rosmala saat dikonfirmasi, Senin, 28 Agustus 2023.
Guru Besar Universitas Tadulako Profesor Rosmala Nur mendapat teror dan ancaman dari orang tak dikenal selama bertahun-tahun. Setelah diselidiki, dalangnya ternyata mantan Rektor Untad Palu, Muhammad Basir Cyio.
Kepada polisi, pelaku mengaku memakai uang tersebut untuk membeli palu besi yang digunakan untuk melempar mobil milik pakar Kesehatan Masyarakat itu. AO lalu melancarkan aksinya pada dini hari, jelang pemilihan rektor.
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Saat Banyak yang Panik Soal Uang di Lebaran, Bank Sumsel Babel Punya Cara Bikin Tetap Tenang
-
5 Mobil Bekas Honda dengan Sunroof: Berkelas Beri Kenyamanan Keluarga
-
7 Rekomendasi Motor Listrik Murah Tak Perlu Isi BBM Lagi, Harga Mulai Rp4 Jutaan
-
5 Rekomendasi Primer untuk Kulit Berminyak: Pori-Pori Tersamarkan, Makeup Awet Seharian
-
Taeyong dan Haechan NCT Sumbang Lagu Duet di OST Drama Mad Concrete Dreams
-
Viral Bocah 9 Tahun Dibanting Ustaz di Musala, Dituduh Bikin Lecet Mobil Kiai
-
Iran Respons Positif, Dua Kapal Pertamina Bakal Keluar Selat Hormuz?
-
Menghindari 'Lautan Manusia': Strategi Liburan Lebaran Tanpa Emosi
-
Di Antara Waras dan Gila: Membaca Luka Sosial dalam Novel Jack & Si Gila
-
Serbuan Digital di Jateng: Trafik Indosat di Brebes Meledak 71 Persen, AI Jadi Kunci Sukses Mudik