Mantan Wakil Presiden RI yang juga merupakan Ketua Majelis Wali Amanah (MWA) Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Jusuf Kalla (JK) menegaskan sudah saatnya Indonesia menjadi negara pemberi beasiswa bagi mahasiswa negara lain yang ingin belajar di Indonesia, terutama di UIII.
Menurutnya hal itu merupakan bagian perwujudan daripada slogan yang selalu didengungkan Indonesia selama ini sebagai negara Islam yang moderat dan Washatiyah.
Adapun beasiswa tersebut dikhususkan bagi mahasiwa yang berasal dari negara Islam yang tingkat kesejahteraan berada di bawah Indonesia.
Hal itu disampaikan JK di sela-sela acara Wisuda Perdana Mahasiswa Program Pasca Sarjana Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Gedung Theater Fakultas B Kampus UIII Depok, Jawa Barat, kamis (31/08/2023)
“Kita jangan ngomong saja moderat dan Washatiyah, kita harus sebarkan itu. Karena itu negara-negara Islam yang penduduknya ada di bawah kita, kita kasi beasiswa. Jangan kita hanya cari beasiswa di Arab Saudi, Jordania bangga kita dengan itu. Sekarang kita harus kasi beasiswa itu baru Indonesia bukan hanya jumlah umat Islamnya besar tapi juga manfaatnya besar," ujar JK.
Lebih lanjut JK menjelaskan tujuan Indonesia menjadi negara pemberi beasiswa demi merubah stigma Indonesia dari negara penerima bantuan menjadi negara pemberi bantuan.
JK menyebutnya sebagai perubahan model diplomasi Indonesia dari diplomasi tangan di bawah menjadi diplomasi tangan di atas.
“Kita harus mengubah gaya diplomasi kita dari diplomasi tangan di bawah menjadi diplomasi tangan di atas, inilah salah satu tujuannya itu. Itu baru kita bisa dianggap negara Islam yang besar,” tegasnya.
UIII merupakan Perguruan tinggi berskala internasional yang dirancang sebagai kampus masa depan bagi kajian dan penelitian peradaban Islam di Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.
UIII dibangun di atas lahan seluas 142,5 ha. Lahan tersebut semula merupakan milik LPP RRI dan berada di Komplek Pemancar RRI Cimanggis, yang terletak di Jalan Raya Bogor, Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat.
Baca Juga: Koster Sebut Bupati di Bali Hanya Jadi Penikmat PHR Tapi Tak Bisa Menggunakannya
UIII sudah memulai kuliah perdana pada 27 September 2021. Kampus ini didirikan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 57 Tahun 2016 yang ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 29 Juni 2016 dengan status Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH).
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
Terkini
-
Imsak Jam Berapa di Jakarta Rabu 11 Maret 2026? Cek Jadwal Imsak dan Waktu Sahur
-
Isran Noor Sebut Lexus Masih Ada, Sentil Alasan Pengadaan Mobil Dinas Baru
-
Potret Tel Aviv Luluh Lantak Dihujani Rudal Iran, Eks Tentara Israel: Netanyahu Penjahat!
-
7 Peci Tapis dan Sarung yang Banyak Dicari di Toko Perlengkapan Muslim Jelang Lebaran
-
6 Fakta Ilyas Panji Alam, Wakil Ketua DPRD Sumsel dari PDIP Disorot soal Meja Biliar Ratusan Juta
-
Glaukoma Bisa Sebabkan Kebutaan Tanpa Gejala, Ini Hal-Hal yang Perlu Diketahui
-
SADORA, Dongeng Interaktif dan Seminar Parenting Temani Anak Menyambut Ramadan
-
Mengenal Operasi TAVI, Prosedur Jantung Modern Minimal Invasif yang Kini Hadir di Bali
-
5 Cara Sederhana Agar Tidak Melewatkan Malam Lailatul Qadar, Jangan Sampai Menyesal Setelah Ramadan
-
Gubernur Rudy Mas'ud Minta Maaf Usai Polemik Mobil Dinas Miliaran