Suku Dayak memiliki beragam tarian tradisional yang memiliki ciri khasnya masing-masing.
Tari Giring-Giring menjadi salah satu tari yang berasal dari Suku Dayak Maanyan di Kalimantan Tengah.
Tarian ini biasanya dipentaskan dengan menggunakan tongkat seperti kayu sebagai atribut atau pelengkap tarian.
Biasanya, tari ini dipentaskan dalam menyambut pengantin di upacara pernikahan adat Dayak.
Tetapi tidak hanya acara pernikahan saja, tari ini juga bisa dipentaskan dalam berbagai acara penyambutan tamu agung atau upacara syukuran setelah panen.
Sementara, tongkat yang dijadikan atribut tari ada dua macam. Pertama terbuat dari papan yang berbentuk replika talawang atau perisai berukuran 8 cm x 120 cm yang digunakan pada tangan kiri bernama stik atau gantar.
Kedua merupakan ganggereng yakni sebilah bambu yang berisi biji piding dan digunakan atau dipegang menggunakan tangan kanan.
Stik atau gantar ini menjadi replika dari talawang atau perisai dan gangereng adalah replika dari senjata tradisional lunju atau tombak.
Adapun, dua senjata itu merupakan senjata yang digunakan masyarakat suku Dayak di Kalimantan Tengah dalam berperang
melawan penjajah.
Baca Juga: Cedera Saat Perkuat Timnas Indonesia, PSSI Tanggung Penuh Biaya Pengobatan Irfan Jauhari
Tari ini menjadi salah satu bentuk tarian tradisional suku Dayak yang menggambarkan ekspresi gembira dan rasa senang.
Umumnya simbol dari tarian ini adalah gerakan hentakkan satu tongkat Gantar yang dipegang tangan kiri ke lantai.
Sementara tangan kanan memegang bambu yang berisi kerikil, sehingga menghasilkan bunyi yang khas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel