Rumah Adat Lamin yang berada di Kalimantan Timur menjadi salah satu rumah adat paling populer di Indonesia.
Setiap rumah adat berbagai suku di Indonesia memiliki ciri khasnya sendiri, termasuk rumah adat Lamin khas Suku Dayak di Kaltim.
Dikutip dari Buku Jelajah Arsitektur Lamin Suku Dayak Kenyah, rumah yang jadi hunian mereka ini memiliki bentuk dan arsitektur yang berbeda hingga memiliki arti dalam setiap sudutnya.
Tetapi umumnya di setiap rumah adat memiliki ukiran indah dan ukiran paling indah ini biasanya ada pada rumah adat kaum bangsawan.
Sementara bagi suku Dayak Kenyah, seni gambar menjadi salah satu bentuk penghormatan mereka kepada para arwah leluhur.
Jadi, berbagai ukiran dan pahat yang indah tidak hanya pada ornamen di rumah Lamin, tetapi juga pada benda-benda yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Suku Dayak Kenyah menyebut seni ukir, motif, dan lukisan sebagai kalung. Biasanya, kalung ini berbentuk motif dekoratif yang memiliki pola melingkar-lingkar.
Mereka percaya, kalung memiliki fungsi untuk menangkal roh jahat, dan sebagai simbol status, dan pemakaiannya tidak sembarangan.
Tiap rangkaian kalung membentuk komposisi saling melingkupi, saling mencari keselarasan hubungan, dan saling mengisi.
Baca Juga: 3 September Memperingati Hari Apa? Cek Jadwal Hari Besar Bulan Ini
Biasanya, orang suku Dayak Kenyah mengukir hampir seluruh bagian rumah, seperti di dinding, pilar, dan kayu pondasi lamin.
Tidak sembarang warna, ornamen yang biasa dipakai suku Dayak Kenyak adalah putih, biru, kuning, merah, dan hitam.
Warna putih melambangkan kebersihan jiwa, biru melambangkan kesetiaan, kuning melambangkan kewibawaan, dan merah melambangkan keberanian.
Tetapi warna merah jarang digunakan pada kalung, sementara warna hitam mendominasi dasar dinding.
Warna putih dan kuning sangat dominan pada kalung, putih menjadi figur utama dan kuning sebagai pendukungnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
CEK FAKTA: Viral Bantuan Dana untuk Masyarakat Non Muslim 2026 hingga Rp 2 Miliar, Benarkah?
-
Klarifikasi Okin Absen di Acara Anak Bikin Gaduh: Akui Salah, Bantah Dilarang Pacar
-
Lepeh Insanul Fahmi? Inara Rusli Kembali Singgung soal Deadline: Saya Sudah Enggak Mau!
-
Balas Pledoi Kerry Riza, Jaksa Minta Hakim Tolak Seluruh Pembelaan Anak Riza Chalid
-
Lasarus Klarifikasi Soal Penutupan Gerai Alfamart-Indomaret: Bukan Ditutup, Tapi Dibatasi
-
Penampakan Before-After TNI Bersihkan Lumpur di Rumah Warga Terdampak Bencana di Aceh
-
APBN Tekor Rp 695,1 T, Purbaya Klaim Ekonomi RI Masih Aman: Lebih Jago dari Malaysia & Vietnam
-
Update RUU PPRT dan Revisi UU Ketenagakerjaan di DPR, Partisipasi Publik Digelar Mulai 15 Maret
-
Viral Pedagang Kentang Kena Stroke Saat Live TikTok
-
Tragis! Ibu di Sumbawa Tega Bakar Anak Gegara Tolak Cari Pakan Ternak