Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika lulusan Universitas Indonesia (UI) dr. Amanda Wardani, membagikan beberapa cara untuk memulihkan kembali kulit yang belang akibat terbakar sinar matahari atau dikenal juga dengan sunburn.
Menurutnya, salah satu cara yang dapat dilakukan ialah dengan rutin menggunakan produk perawatan kulit berupa losion yang memiliki kandungan pencerah.
"Biasanya kulit belang atau hiperpigmentasi itu terjadi karena kulit terbakar sinar matahari. Dan salah satu yang bisa dilakukan untuk meratakan kembali warnanya dengan rutin pakai losion dengan kandungan pencerah seperti yang mengandung vitamin C, niacinamide, alfa arbutin, sehingga lambat laun kondisi kulit bisa kembali sama seperti sebelumnya," kata Amanda di Jakarta, Rabu 6 September 2023.
Selain itu, Amanda membagikan cara lain untuk menjaga kulit belang tidak semakin parah, yakni dengan rutin menggunakan tabir surya sebagai produk perawatan kulit tidak hanya untuk muka tapi juga untuk kulit tangan dan kaki.
Penggunaannya pun harus diaplikasikan berulang kali terutama untuk individu yang terpapar dengan sinar matahari di luar ruangan dalam waktu yang lama.
"Penting untuk memakai ulang sunscreen ini, karena ada beberapa produk sunscreen yang habis terkena matahari justru strukturnya rusak. Sehingga perlu diaplikasikan ulang dan bisa menjaga lapisan kulit serta pigmen lebih terlindungi," kata Amanda.
Ia menyarankan produk tabir surya yang digunakan bisa memiliki indeks SPF dan PA yang tinggi, contohnya produk tabir surya dengan SPF 50 PA++++.
Adapun untuk SPF merujuk pada kandungan yang memproteksi kulit dari serangan radikal sinar UVB, sedangkan untuk PA merujuk pada kandungan yang memproteksi warna kulit dari serangan radikal sinar UVA.
Agar kondisi serupa tidak terulang, Amanda menyarankan bagi masyarakat untuk tidak beraktivitas di luar ruangan saat indeks UV sedang memasuki masa puncaknya.
Baca Juga: Politisi PSI: Program Rumah DP 0 Rupiah Gagal, Kurang Diminati Warga
"Penting untuk tidak beraktivitas di luar ruangan saat intensitas indeks UV tinggi. Untuk mengetahui waktu ideal saat intensitas indeks UV rendah masyarakat bisa mengecek di website BMKG," ujar Amanda.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Nasabah Setia Bank Sumsel Babel Lubuklinggau Dapat Kejutan Mobil Toyota Rush
-
Apa Itu Hacker Selapan? Sosok di Balik Kasus Bobol Dana BOS Hampir Rp1 Miliar di Prabumulih
-
WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi
-
Bupati Bogor: Tidak Ada Ruang Bagi Narkoba, Sikat Hingga ke Akar!
-
Siswa Terima MBG Fresh 5 Hari, Sementara 3B dan Daerah 3T Dapat Menu Kering
-
1.256 SPPG di Indonesia Timur Disuspend, Tak Daftar SLHS dan Tanpa IPAL
-
Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana
-
Polisi Buru 3 DPO Pembacokan Cilandak, Senjata Tajam Disembunyikan di Cirendeu
-
20 Tahun Berkarya, Maudy Ayunda Ungkap Momen Emosional saat Casting Pertama
-
Penolakan Menguat, Gus Ipul Dinilai Tak Netral Pimpin Muktamar NU