-
Persib Bandung mengubah rute konvoi juara melintasi tiga titik bersejarah kota untuk mengedukasi suporter.
-
Prosesi sakral angkat trofi Super League akan digelar di JPO kawasan Gedung Merdeka Bandung.
-
Jalur Asia Afrika dipilih sebagai simbol ambisi Persib menembus kompetisi sepak bola tingkat Asia.
Suara.com - Manajemen Persib Bandung resmi mengalihkan kiblat pesta juara dari sekadar selebrasi seremonial menjadi gerakan edukasi sejarah daerah. Pesta kemenangan musim ini dirancang khusus untuk mendekatkan para pendukung dengan identitas dan akar budaya Kota Kembang.
Langkah inovatif ini diambil untuk menyuntikkan nilai nasionalisme dan kebanggaan lokal di tengah euforia suporter. Manajemen ingin trofi tertinggi sepak bola nasional menjadi pemantik semangat pelestarian warisan masa lalu.
Strategi peralihan rute ini sekaligus menjadi simbol kesiapan armada Maung Bandung dalam melebarkan sayap prestasinya ke kancah internasional. Lintasan ikonik dipilih demi menyatukan memori perjuangan kota dengan ambisi besar klub di masa depan.
Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat Adhitia Putra Herawan menjelaskan perubahan mendasar pada konsep pawai trofi kali ini. Perjalanan pawai sengaja diubah arahnya demi memperkenalkan kekayaan historis kota kepada generasi muda.
“Kalau sebelumnya kan dari dari Balai Kota ke Gedung Sate, nah kalau nanti dari Gedung Sate ke Pendopo. Jadi tujuannya adalah kita mau mengenalkan tiga titik bersejarah Kota Bandung,” kata Adhitia.
Tiga lokasi utama yang menjadi ruh dalam konvoi kali ini memiliki keterikatan kuat dengan narasi perjuangan dan olahraga. Para punggawa Persib akan melintasi patung legenda klub Ajat Sudrajat di Jalan Lembong, titik nol kilometer Asia Afrika, dan kawasan Gedung Merdeka.
Puncak selebrasi juara dipastikan berlangsung sangat ikonik dan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Trofi juara akan diarak secara teatrikal di atas struktur bangunan penghubung jalan yang sangat terkenal di Bandung.
“Nanti insyaallah ada prosesi angkat pialanya itu di JPO di Gedung Merdeka,” ujarnya.
Setelah momen pengangkatan piala di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) tersebut, para pemain tidak lagi berada di atas kendaraan. Skuad Maung Bandung dijadwalkan berjalan kaki bersama masyarakat menuju titik akhir di Pendopo Kota Bandung.
Baca Juga: Marc Klok Dipastikan Absen Lawan Persijap Jepara
Pemilihan jalur Asia Afrika bukan sekadar keputusan tata kota demi estetika foto semata. Jalur legendaris tersebut membawa pesan filosofis mendalam mengenai target jangka panjang Persib Bandung.
Lintasan Asia Afrika disimbolkan sebagai doa dan harapan agar Persib mampu berbicara banyak pada kompetisi tingkat benua di musim mendatang. Manajemen memandang kejayaan domestik ini sebagai batu loncatan menuju panggung sepak bola Asia yang lebih tinggi.
Rencana besar ini disiapkan secara matang menjelang laga krusial penentu gelar juara domestik. Persib Bandung berpeluang besar mengunci gelar juara kasta tertinggi Super League musim 2025/2026 pada pertandingan hari Minggu (24/5).
Iring-iringan massa direncanakan mulai bergerak dari area parkir barat Gedung Sate sebagai titik kumpul utama. Rombongan kemudian akan bergerak secara berurutan melewati Jalan Banda, Jalan Riau, Jalan Merdeka, dan Jalan Perintis Kemerdekaan.
Selanjutnya, konvoi bergerak membelah kawasan Viaduk, mengitari Jalan Lembong, hingga menyusuri Jalan Veteran sebelum akhirnya memasuki kawasan historis Asia Afrika. Jalur ini diprediksi akan dipadati oleh lautan manusia yang merayakan keberhasilan melepas dahaga juara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Ramalan Zodiak 20 Agustus 2026: Zodiak Mana yang Paling Mujur Urusan Cinta Hari Ini?
-
20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
-
3 Manfaat Tranexamic Acid untuk Melasma dan Flek Hitam, Benar Efektif?
-
Prakiraan Cuaca Hari Ini: Pekanbaru Kabut Asap, Wilayah Lain Didominasi Berawan
-
Potong Jalur Birokrasi: Bandar Lampung Minta Dana Pajak Rokok Tak Lagi Mampir di Provinsi
-
Aksi Berani Bocah Madiun Pasang Badan Selamatkan Ibu dari Tikaman Ayah
-
4 Serum Korea yang Ampuh Atasi Pori Besar, Kulit Kendur, dan Kontrol Minyak
-
Info Cuaca Kamis: Langit Indonesia Didominasi Awan Tebal, Waspada Dampak Bibit Siklon 95W
-
Purbaya Jamin Tambah Anggaran Korban Bencana Gempa NTT, Tinggal Tunggu Arahan Prabowo
-
Karhutla Riau Makin Meluas, Ratusan Hektare Lahan Terbakar