Borneo FC hari ini, Senin (25/09/2023) akan melawan PSM Makassar. Pertandingan berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda.
Sebelum bertanding, Pieter Huistra mengatakan timnya ingin meraih kemenangan. Hal itu disampaikan pelatih asal Belanda tersebut belum lama ini dan viral di media sosial (Medsos) Instagram.
Salah satu akun yang mengunggah kabar tersebut adalah @borneofcnews. Admin dari akun itu menuliskan keterangan tulis yang diklaim dari pelatih kelahiran 18 Januari 1967 itu.
“Untuk pertandingan besok, kita bersama-sama untuk meraih kemenangan. Persiapan baik dari semua pemain dan semua dalam keadaan sehat. Ini rumah kita, semoga tren positif terus berlanjut melawan PSM nanti,” jelasnya, disadur di hari yang sama.
Ia mengatakan, PSM Makassar bermain keras ketika bertemu Pesut Etam. Hal itu ia anggap normal terjadi di sepak bola.
Ia juga mengklaim, Borneo FC juga bisa bermain seperti itu. Pertandingan kali ini akan berlangsung menarik.
“PSM bermain keras saat ketemu kami itu normal di sepak bola. Kami juga di Borneo bisa keras seperti itu. Besok (nanti) adalah pertandingan yang menarik, kami akan bermain sportif. Menarik untuk dinanti pertandingannya,” tuturnya.
Ia menyatakan, tak ada yang memperhatikan siapa yang bakal cetak gol. Target mereka hanyalah mencetak angka lebih banyak dari lawan.
“Tak ada yang memerhatikan siapa yang mencetak gol, yang terpenting adalah kami bisa mencetak lebih banyak gol dari lawan.”
Baca Juga: Dugaan Kasus Penggelapan Miliaran Rupiah, Fuji Tempuh Jalur Pidana
Ia menyebut, timnya ingin bekerja sama untuk membuat gol. Walaupun, peluang yang tercipta nanti sedikit.
"Tapi, tentu saja kami bekerja untuk bisa membuat gol yang lebih mudah. Ini akan lebih baik jika bisa mencetak gol dari peluang yang sedikit. Kami mempunyai banyak peluang, tetapi secara efektivitas, kami bisa melakukannya lebih baik. Kami berlatih banyak dan berusaha untuk bisa lebih baik,” bebernya.
Hal baik baginya, ketika di laga sebelumnya Borneo FC mampu membuat skor dari pemain bertahan. Gol tersebut jadi satu-satunya buat tim kesayangan warga Samarinda ini.
Untuk pertandingan saat ini, diduga ia akan meminta anak asuhnya bermain dengan pola menyerang dan bertahan.
“Hal baiknya adalah di laga terakhir kami bisa membuat skor melalui pemain bertahan. Dan itu jadi gol satu-satunya. Ini bekerja dengan baik dan kami bisa melakukannya dengan lebih baik secara menyerang dan bertahan. Jadi, itu yang kami lakukan, dan kami terus melakukannya,” lugasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas