Bek Timnas Indonesia, Pratama Arhan menjadi perbincangan internasional. Pengamat bola asal Australia, Ben Griffis menaruh curiga atas pemanggilan Arhan ke Suwon FC.
Menurutnya, Arhan cuma dimanfaatkan klub Korea Selatan (Korsel) dan Jepang. Kabar itu bahkan viral di media sosial (Medsos) Instagram.
Salah satu akun yang mengunggah kabar itu adalah @timnasbolaindonesia. Ia memposting foto Arhan disertai dengan keterangan tulis.
"Pengamat sepak bola Australia Ben Griffis mengatakan dirinya curiga bek Timnas Indonesia Arhan Pratama hanya dimanfaatkan oleh klub Jepang dan Korea Selatan sebagai alat marketing semata alih-alih dikembangkan sebagai pesepak bola profesional," katanya di awal narasi, disadur Rabu (27/09/2023).
Diduga Ben merasa khawatir. Khususnya jika Arhan cuma dimanfaatkan sebagai alat marketing.
Ia menyebut, hal itu bisa terjadi seumur hidup pria kelahiran 21 Desember 2001 ini. Kalimat tersebut dituliskan admin juga di unggahannya.
"Bagaimana kalau seumur hidupnya Arhan hanya dimanfaatkan sebagai alat marketing," tulisnya.
Menurut Ben, Suwon FC lebih baik dari Verdy. Ia mengklaim, tahu jika Arhan punya potensi.
Ia menyatakan, di Verdy, Arhan tak pernah dimainkan. Hal itu katanya bisa merusak perkembangan Arhan.
Baca Juga: Onad Sebut Pevita Pearce Titip Salam ke Satria Mahathir: Bangsat Nih Orang
"Suwon FC memang lebih baik dari Verdy. Saya tahu dia punya potensi, tetapi dia benar-benar tidak dimainkan di klub sejak pindah ke Verdy. Ini jelas 100 persen merusak perkembangan pemain muda. Saya menanti dengan optimis," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
Terkini
-
Saat Hukum Tak Lagi Dipercaya, Film The Verdict 2025 Soroti Krisis Keadilan
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Geopolitik Timur Masih Memanas, Perjalanan 3.748 Jemaah Haji DIY Disiapkan Tiga Skenario
-
Dari Lokal ke Global, Diplomasi Biji Kopi Indonesia yang Kini Merambah Pasar Taiwan
-
Gibran Sambut Usulan DPR, Ajak Lembaga Negara Mulai Berkantor di IKN
-
Gibran Dorong Hakim Ad Hoc di Kasus Andrie Yunus: Jaga Marwah Hukum, Jawab Keraguan Publik
-
Temuan Asam Sulfat hingga Armada Kapal, Mafia BBM di Pesawaran Rugikan Negara Ratusan Miliar
-
Dorong Transisi Energi, Prabowo Minta Daerah dan TNI Serap Bus-Truk Listrik Buatan Lokal
-
Nam Tae Hyun Resmi Divonis 1 Tahun Penjara dalam Sidang Perdana Kasus DUI
-
BRI Apresiasi Kerja Sama Global Pegadaian-SMBC untuk Perluas Pembiayaan dan Pemberdayaan