Putra bungsu Presiden Joko Widodo yang sekarang jadi Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep datang ke Bali pertama kali sebagai ketua umum partai.
Suami Erina Gudono ini menghadiri kegiatan Konsolidasi Badan Pemenangan Pemilu DPW PSI Bali di kawasan Kuta, Kabupaten Badung, Sabtu (30/9/2023).
Tak seperti ketua umum partai pada umumnya yang hadir dengan branding partainya, pemilik Persis Solo ini malah datang menggunakan kaos oblong, topi hitam dan menenteng sebuah boneka.
Uniknya bonekanya ini adalah boneka beruang cokelat seperti kesayangan tokoh Mr. Bean.
Bonekanya ini diberi nama “James Junior”.
Selain itu dia juga membawa sebuah tas selempang kecil bergambar ice cream.
Kaesang yang datang bersama sang istri, Erina Gudono dan disambut langsung oleh Pembina dan Wakil Dewan Pembina PSI, Giring Ganesha dan Grace Natalie.
“Ini salah satu safari politik pertama saya mengunjungi DPW Bali, kita berkonsolidasi untuk 2024 nanti bisa memenangkan Pemilu dan bisa masuk ke Senayan,” ujarnya kepada awak media di lokasi.
Kepada peserta yang didominasi oleh Bacaleg pada Pemilu 2024 nanti dari PSI itu dia meminta kadernya tidak memikirkan lawan dan fokus dengan strategi sendiri.
Baca Juga: Nikita Mirzani Ngamuk, Sosok Pasutri di Bali Ini Diduga Tak Kembalikan Uang Rp 1,8 Miliar
“Tebar senyum, gak usah mikir lawan, mikir diri kita sendiri. Pokoknya yakin di 2024 nanti kita akan menang, supaya kita ada fraksi di DPR RI,” ujarnya dalam sambutan.
“Saya bilang ke teman-teman salah satunya kita harus terjun langsung ke masyarakat. Terjun langsung untuk memperkenalkan diri dan Alhamdulillah sekarang banyak yang menerima teman-teman PSI ketika bersosialisasi di masyarakat,” imbuh dia.
Di pemilu lalu, PSI hanya memperoleh 1,89 persen suara nasional.
Sehingga, dia menargetkan agar PSI mampu memperoleh 4 persen agar bisa mendapat kursi parlemen.
Selain menghadiri konsolidasi PSI hari ini, agenda Kaesang dijadwalkan masih akan ada di Bali sebelum kembali pada Senin (2/9/2023) lusa.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026