Kabupaten Mahakam Ulu merupakan kabupaten termuda di Kalimantan Timur yang memiliki banyak suku bangsa.
Kabupaten yang disingkat Mahulu ini memiliki 5 kecamatan bernama Long Bagun, Long Pahangai, Long Apari, Long Hubung, dan Laham.
Sementara, ada 50 kampung atau desa yang ada di Mahulu dengan sebaran penduduk sekira 2 jiwa/km².
Dilihat dari kependudukannya, jumlah masyarakat Kabupaten Mahakam Ulu pada tahun 2021 sebesar 35.010 jiwa.
Jumlah penduduk terbanyak berada di kecamatan Long Bagun dengan persentase 41% dari total jumlah penduduk.
Sementara, jumlah penduduk paling sedikit berada di kecamatan Laham dengan persentase 8% dari total jumlah penduduk.
Lantas suku bangsa apa saja yang ada di wilayah Mahakam Ulu?
Adapun mayoritas suku bangsa yang mendiami Kabupaten Mahakam Ulu adalah masyarakat Suku Dayak.
Suku Dayak sendiri memiliki beragam sub suku di mana ada Dayak Busang, kemudian Kenyah, Kayan, Bahau, Penihin, Aheng, Modang, Laham, dan Long Kelat yang ada di Mahakam Ulus.
Baca Juga: Tagih Rp135 Juta ke Gus Anom, Pihak EO Malah Disuruh Jual Barang di Studio
Tentu saja, penyebaran suku bangsa inni berpengaruh terhadap budaya dan tradisi yang ada di Mahakam Ulu karena didominasi unsur Dayak.
Kemudian, salah satu kesenian yang paling terkenal dari daerah ini adalah tari Hudoq.
Tari Hudoq merupakan tari topeng dalam berbagai bentuk atau rupa dalam tradisi Dayak yang dipadukan menjadi tarian.
Tradisi ini masih terus dilestarikan dan menjadi bagian dari tradisi ucapan syukur atas panen yang melimpah bagi masyarakat Dayak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123