Taman Nasional Kutai atau TNK merupakan salah satu taman nasional yang berada di wilayah Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.
Taman nasional dengan luas kurang lebih 2 juta hektar ini mewakili ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah dengan ketinggian 0-400 mdpl.
Tipe vegetasi yang terdapat di kawasan taman nasional ini adalah tipe hutan dataran rendah yang didominasi oleh ulin, meranti dan kapur.
Tetapi ada juga hutan rawa yang didominasi oleh tumbuhan perupuk, hutan mangrove, hutan kerangas dan hutan pantai.
Oleh karena itu, tak heran taman nasional ini memiliki banyak keanekaragaman hayati yang menjadikan kawasan ini penting untuk perlindungan flora dan fauna.
Ada beragam keanekaragaman hayati yang ada di taman nasional ini baik tingkat genetik, spesies maupun ekosistem.
Tercatat ada lebih dari 1.200 jenis tumbuhan yang hidup di kawasan ini, dengan tumbuhan khas yaitu ulin.
Selain kekayaan flora, Taman Nasional Kutai juga memiliki beragam jenis kekayaan faunanya.
Terhitung kawasan ini memiliki 80 persen dari seluruh jenis burung di Borneo yaitu sebanyak 380 jenis.
Baca Juga: Terancam Kontrak Dihentikan Padahal Baru 2 Kali Main, Kervens Belfort Kembali Absen Besok?
Ada burung penetap maupun burung migran yang singgah pada musim tertentu.
Contohnya terdapat 8 jenis enggang atau rangkong, lalu juga terdapat jenis burung endemik Kalimantan yaitu paok kepala-biru yang menjadi salah satu indikator Taman Nasional Kutai sebagai Daerah Penting bagi Burung.
Kawasan Taman Nasional Kutai ini pertama kali diusulkan oleh seorang ahli geolog asal Belanda bernama H. Witkamp.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
-
Inflasi Sumsel Menurun, Tekanan Harga Masih Mengalir di Sektor Konsumsi
-
Enam Kali Beraksi di Magetan, Petualangan Maling Motor Asal Sidoarjo Berakhir di Tangan Polisi
-
Sebut Indikasi Kecelakaan Kalideres Murni Musibah, Kadispenad Pastikan Pemeriksaan Tetap Dilakukan
-
Final Four Proliga 2026: Gresik Phonska Plus Tumbangkan Jakarta Electric PLN 3-0
-
Update Gempa M 7,6: Nyaris Seribu Gempa Susulan Guncang Maluku Utara
-
Final Four Proliga 2026: LavAni Ikuti Jejak Bhayangkara, Selangkah Lagi Juara Putaran Pertama
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Bukan Sekadar Hobi, Menggambar Diusulkan Jadi Gerakan Nasional: Mei Dipilih Jadi Momennya
-
Hasil BRI Super League: Brace Ramon Tanque Bawa Persib Kalahkan Semen Padang