Taman Nasional Kutai (TNK) menjadi salah satu taman nasional yang memiliki banyak jenis tanaman langka.
Taman ini berada di Desa Sangkima, Kutai Timur, Kalimantan Timur dan menjadi ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah dengan ketinggian 0-400 mdpl.
Di taman ini, terdapat banyak keanekaragaman hayati yang melindungi berbagai flora dan fauna langka.
Salah satu jenis tanaman yang mendominasi di taman ini adalah pohon ulin yang dijuluki sebagai pohon besi.
Uniknya, di taman nasional Kutai ini, terdapat sebuah pohon ulin yang usianya diperkirakan mencapai sekitar 1000 tahun lebih.
Dikutip dari berbagai sumber, saat mengunjungi taman nasional ini, pengunjung akan dibuat bahagia dengan keasrian yang ada.
Pengunjung biasanya akan menyusuri jembatan kayu ulin, menuruni lembah, mendaki bukit serta melintasi sungai-sungai kecil.
Kemudian, sepanjang jalan pengunjung dapat menyaksikan pohon-pohon khas Kalimantan lain yang masih asri dan rindang.
Kemudian, di ujung jalan itu, terlihat sebatang pohon ulin yang berukuran 3-4 kali ukuran pohon biasa.
Baca Juga: Asal Usul Nama Kapuas, Sungai Terpanjang di Indonesia yang Ada di Kalimantan
Pohon itu merupakan pohon langka karena berusia ribuan tahun dan dikenal sebagai pohon ulin terbesar di dunia.
Pohon ulin raksasa ini memiliki diameter 2,47 meter dan bisa disamakan seperti pelukan dari tujuh orang.
Sayangnya pada tahun 1920-an, batang pohon ulin tersebut sempat terkena sambaran petir.
Hal itu membuat tingginya yang semula mencapai 50 m kini tinggal 25 m saja.
Tetapi, Pemerintah setempat tetap melakukan kerja sama dengan berbagai pihak untuk mengembangkan wana wisata ini menjadi objek wisata yang menarik.
Sementara, keberadaan hutan konservasi sudah ditetapkan dalam Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 736 Tahun 1982 dengan luas 200.000 hektar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kayumanis Memanas! Warga Pasang Banner Tolak Keras Pembangunan PSEL Kota Bogor
-
Siap-Siap Pesta Musik Terbesar, PBB Bakal Gebrak Cibinong: Catat Waktunya!
-
Tiga Pegawai PTBA Raih Penghargaan Nasional Satyalancana Wira Karya dari Presiden
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Bank Sumsel Babel Bedah Rumah Ibu Ojol di Palembang, Nurmalinda Kini Punya Harapan Baru untuk 3 Anak
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Mencoba Tuak Dayak: Minuman Tradisional yang Hanya Keluar Saat Pesta Panen Gawai
-
Detik-detik Kebakaran Hebat di Pasar 16 Ilir Palembang Malam Ini, Pedagang Panik saat Muncul Kilatan
-
Misi Besar Bojan Hodak Lanjutkan Tren Positif Persib Bandung atas Persija Jakarta