Suara.com - Berdasarkan perhitungan Formula ICP, harga rata-rata minyak mentah Indonesia bulan Maret 2014 secara umum mengalami kenaikan terutama jenis minyak mentah jenis SLC, dibandingkan Februari 2014. Harga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP) Maret 2014 mencapai US$ 106,08 per barel atau naik US$ 0,82 per barel dibanding Februari 2014 yang mencapai US$ 106,08 per barel.
Sedangkan harga Minas/SLC mencapai US$ 112,46 per barel, naik US$ 3,75 per barel dibanding Februari 2014 yang mencapai US$ 108,71 per barel. Kenaikan harga minyak mentah Indonesia tersebut disebabkan peningkatan permintaan minyak mentah jenis direct burning dari Jepang.
Sementara itu, perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada bulan Maret 2014 dibandingkan bulan Februari 2014, secara umum mengalami penurunan, yaitu:
• WTI (Nymex) turun sebesar US$ 0,17 per barel dari US$ 100,68 per barel menjadi US$ 100,51 per barel.
• Brent (ICE) turun sebesar US$ 1,09 per barel dari US$ 108,84 per barel menjadi US$ 107,75 per barel.
• Basket OPEC turun sebesar US$ 1,23 per barel dari US$ 105,38 per barel menjadi US$ 104,15 per barel.
Dikutip dari laman esdm.go.id, penurunan harga minyak mentah utama di pasar internasional tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain berdasarkan laporan International Energy Agency (IEA) Maret 2014, pasokan minyak mentah dunia mengalami kenaikan sebesar 600.000 barel per hari menjadi 92,89 juta barel per hari yang disebabkan kenaikan pasokan dari negara-negara OPEC.
Selain itu, berdasarkan laporan OPEC Maret 2014, proyeksi pasokan minyak mentah non OPEC tahun 2014 naik 0,06 juta barel per hari menjadi 55,49 juta barel per hari dibandingkan proyeksi bulan sebelumnya yang diakibatkan oleh peningkatan pasokan dari AS, Kanada dan Brasil.
Penyebab lainnya adalah kekhawatiran potensi menurunnya pertumbuhan ekonomi dunia khususnya melemahnya ekonomi Cina yang merupakan konsumen terbesar minyak kedua di dunia, diindikasikan dengan menurunnya ekspor.
“US Energy Information Administration (EIA) melaporkan stok mingguan minyak mentah AS pada bulan Maret 2014 mengalami peningkatan sebesar 20,1 juta barel dibandingkan bulan sebelumnya. Faktor lainnya adalah pemeliharaan berkala beberapa kilang minyak di kawasan Asia dan AS,” kata Tim Harga Minyak Indonesia.
Untuk kawasan Asia Pasifik, penurunan harga minyak mentah selain disebabkan oleh faktor-faktor tersebut, juga dipengaruhi oleh penurunan harga minyak mentah Cina sebesar 80.000 barel per hari dan rencana kenaikan pajak penjualan di Jepang.
Berita Terkait
-
Meski Sudah Deal, Bahlil Akui Impor Minyak Mentah dari Rusia Terhambat
-
Minyak Mentah Rusia Segera Masuk RI, Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman
-
Selat Hormuz Ditutup, Harga Minyak Dunia Tembus US$ 126 Per Barel!
-
Pasokan Terancam, Harga Minyak Dunia Naik Tajam di Awal Mei 2026
-
Siaga Satu! Harga Minyak Mentah Dunia Dekati USD 108 Per Barel
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
3 Kapal Tanker Raksasa 'Bebas' Lewati Selat Hormuz Hari Ini, Pertanda Baik?
-
BUMN Fasilitasi UMKM, Tambah Akses Pasar untuk Produk Lokal
-
Aliran Dana Asing ke Indonesia Ditentukan Pengumuman MSCI Besok
-
Pasar Properti Asia Tenggara dan Australia Stabil di Tengah Tantangan Ekonomi Global
-
Bos Danantara Nilai IHSG Goyah Karena Rupiah Lemes, Faktor MSCI Kurang Signifikan
-
Meski Sudah Deal, Bahlil Akui Impor Minyak Mentah dari Rusia Terhambat
-
Purbaya Incar Pajak Ecommerce Usai Diprotes Pedagang Offline, Tapi Akui Belum Pede
-
Pelaku Usaha: Biaya-biaya di E-Commerce Mulai Tak Masuk Akal
-
Produk Lokal RI Siap Ekspor ke Pasar ASEAN Berkat Jualan Online via Live
-
Bahlil Sebut Implementasi B50 Punya Peluang Molor Lagi