Negosiasi Iran Berlanjut, Harga Minyak Dunia Terkoreksi ke Bawah 80 Dolar AS per Barel

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:16 WIB
Ilustrasi Iran. (Pixabay/ FarkhodVakhob9TJK9)
  • Harga minyak dunia turun pada Kamis 6 Agustus 2026 akibat negosiasi damai Iran dan Oman.
  • Badan Informasi Energi AS mencatat kenaikan stok minyak mentah sebesar 2,5 juta barel per 31 Juli.
  • Kelompok Houthi menyerang kapal tanker Arab Saudi sehingga ancaman keamanan kawasan masih menahan optimisme pasar.

Suara.com - Harga minyak mentah dunia kembali terkoreksi pada perdagangan Kamis 6 Agustus 2026. Para pelaku pasar mencermati perkembangan negosiasi antara Iran dan Oman, yang berpotensi membuka jalan bagi kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, guna mengakhiri konflik serta membuka kembali jalur pelayaran vital di Selat Hormuz.

Mengutip dari Reuters, berdasarkan data perdagangan hingga pukul 00.24 GMT, harga minyak mentah berjangka Brent turun 37 sen atau 0,5 persen menjadi 79,08 dolar AS per barel.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS merosot 53 sen atau 0,7 persen ke level 74,69 dolar AS per barel.

Ekonom Nomura Securities, Yuki Takashima, menyatakan bahwa tekanan jual muncul seiring laporan kemajuan pembicaraan diplomasi tersebut.

Menurutnya, pergerakan harga saat ini kembali ke level setelah AS dan Iran menandatangani kesepakatan damai sementara pada 17 Juni lalu, dengan investor terus memantau peluang tercapainya kesepakatan final.

Laporan Reuters menyebutkan bahwa usulan kesepakatan antara Iran dan Oman akan memberikan wewenang kepada Teheran untuk mengendalikan lalu lintas kapal yang memasuki kawasan Teluk melalui Selat Hormuz.

ilustrasi Selat Hormuz (Google Gemini)

Langkah ini dinilai sebagai salah satu konsesi terbesar yang berpotensi diberikan kepada Iran. Meski demikian, pemerintah AS belum memberikan tanggapan resmi atas usulan tersebut.

Meskipun Presiden AS, Donald Trump mengisyaratkan kesepakatan pemulihan jalur Selat Hormuz makin dekat, sejumlah pejabat AS sebelumnya menegaskan tidak akan menyerahkan kendali jalur perdagangan energi global tersebut kepada Iran.

Di sisi lain, potensi eskalasi keamanan di kawasan masih membayangi pasar. Iran dilaporkan telah memperingatkan negara-negara Teluk bahwa setiap serangan baru dari AS akan dibalas dengan gempuran ke infrastruktur energi vital di kawasan.

Selain itu, kelompok Houthi di Yaman mengklaim telah meluncurkan serangan rudal terhadap dua kapal tanker minyak milik Arab Saudi di Laut Merah dan Teluk Aden, meski belum ada konfirmasi resmi dari pihak Arab Saudi.

Takashima menilai berlanjutnya ancaman serangan Houthi menahan laju optimisme pasar terkait pemulihan jalur pelayaran Timur Tengah.

Dari sisi pasokan, tekanan terhadap harga minyak juga dipicu oleh rilis data Badan Informasi Energi AS (EIA) yang mencatat kenaikan stok minyak mentah AS sebesar 2,5 juta barel menjadi 407 juta barel untuk pekan yang berakhir 31 Juli. Angka ini berbanding terbalik dari proyeksi analis yang memperkirakan penurunan stok sebesar 1,5 juta barel.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com