Suara.com - Setiap tahun Indonesia kekurangan ratusan ribu rumah karena keterbatasan jumlah pengembang yang menyebabkan belum terpenuhinya kebutuhan rumah yang mencapai 800 ribu per tahun.
"Pengembang perumahan hanya bisa memenuhi 200 ribu per tahun, jadi sebetulnya bisnis properti sangat menjanjikan," kata pengembang rumah bertaraf nasional, Miftachul Amin di Semarang, Jumat (4/4/2014).
Jawa Tengah sendiri, menurut dia, merupakan tempat yang sangat potensial untuk mengembangkan hunian. Kata dia, Semarang yang merupakan kota metropolitan masih banyak menyediakan lahan untuk dibangun kawasan perumahan.
"Tapi jumlah pengembang masih sedikit, belum terlalu banyak sehingga membuat lahan-lahan yang seharusnya sudah tergarap untuk memenuhi hunian bagi masyarakat akhirnya belum bisa dimaksimalkan dengan baik," katanya.
Menurutnya banyak orang yang ingin menjadi pengembang namun tidak tahu syarat yang harus dipenuhi selain itu tidak semua pengembang perumahan menguasai ilmu properti.
Miftachul mengatakan dengan mematuhi aturan main maka proyek akan berjalan lancar namun jika tidak mematuhi karena ketidaktahuannya akan ilmu properti bisa menghambat bisnis tersebut.
"Pelaku bisnis properti sekali saja salah mengambil keputusan maka akan sulit kembali ke posisi awal, untuk itu setiap akan melakukan sesuatu untuk proyek tersebut harus dilakukan dengan penuh hati-hati dan harus sesuai peraturan Pemerintah," ujarnya. (Antara)
Berita Terkait
-
BTN dan BSN Catat Dominasi FLPP Nasional, 74% Penyaluran Terealisasi hingga Semester I 2026
-
Aset Properti BUMN Tak Laku, Apa yang Dilakukan Danantara
-
Daya Beli Lesu, Kelas Menengah Pilih Beli Beras Ketimbang Cicil Rumah
-
Permudah Masyarakat Miliki Rumah, Bank BSN Hadirkan Siap KPR
-
Cari Hunian Impian Lebih Mudah, Ada Promo KPR Bunga Mulai 1,75% di BRI x REI Expo Semarang 2026
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123