Suara.com - Kementerian Perdagangan akan mendorong pengrajin untuk berinovasi melalui acara WCC Award pada 22 April 2014. Peluncuran acara yang digelar di Kemeterian Perdagangan itu akan dihadiri Ibu Okke Hatta Rajasa selaku Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional, Ibu Bianca selaku Ketua Bidang Pameran dan Kerjasama Luar Negeri Dekranas, Mr. Edric Ong sebagai Vice President WCC Asia Pasific Regional, Mr. Massanory Nagaoka perwakilan dari UNESCO Jakarta, serta Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi.
“WCC Award merupakan penghargaan bergengsi terhadap hasil karya para pengrajin yang bertujuan untuk mendorong para pengrajin agar dapat menciptakan karya kerajinan tangan yang original dan inovatif sehingga dapat menjaga keberlangsungan dari warisan budayanya,” tutur Menteri Perdagangan M Lutfi, seperti dilansir dari laman Kemendag.go.id, Jumat (18/4/2014).
Pada tahun ini Indonesia diberikan kepercayaan menjadi tuan rumah penyelenggaraan WCC Award. Pada kegiatan ini Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan akan bertindak sebagai penyelenggara. Karya-karya yang akan diikutsertakan pada WCC Award 2014 berasal dari wilayah Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Pasifik Selatan.
“Selama pameran berlangsung, tercatat transaksi sebesar 1.099.695 dolar Amerika. Nilai ini adalah total transaksi dagang dan inquiry dari pembeli asal Rusia, Amerika Serikat, Jerman, Singapura, Italia, Afrika Selatan, Spanyol, Inggris, Taiwan, dan lain-lain,” jelas Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag, Nus Nuzulia Ishak.
Nus menambahkan, di samping transaksi dagang, beberapa perusahaan peserta juga mendapatkan permintaan yang masih harus ditindaklanjuti, antara lain produk antique furniture dari Uni Emirat Arab, Swedia, Maroko, Chile, Amerika Serikat; produk furnitur rumah; dekorasi rumah; lighting, furnitur taman dari Singapura, Belanda, dan Cina; produk bicycle basket dan laundry basket dari Austria, Brasil, Belanda; serta produk nampan dan kotak tisu dari India dan Indonesia.”
Perusahaan-perusahaan yang difasilitasi oleh Kemendag melalui Paviliun Direktorat Jenderal PEN meraih apresiasi tinggi dari buyer terutama dari segi display. Dalam paviliun seluas 200 m2 bertemakan “Trade with Remarkable Indonesia” tersebut, 15 perusahaan furnitur dan dekorasi rumah Indonesia ditampilkan secara menarik, cantik, dan variatif.
Produk furnitur berbahan baku rotan, kayu, dan daur ulang kertas koran mampu meraih perhatian para buyer.
“Semoga kami dapat membantu produsen menciptakan produk yang berdaya saing, memperoleh kontak buyer yang potensial serta melakukan pengamatan terhadap produk dan harga yang sesuai dengan permintaan buyer, hingga pada akhirnya dapat membantu meningkatkan nilai ekspor furnitur dan kerajinan tangan Indonesia," pungkas Direktur Pengembangan Promosi dan Citra Ditjen PEN Kemendag, Pradnyawati.
Berita Terkait
-
Produk UMKM Lokal Bakal Diprioritaskan Muncul di Laman Marketplace, Begini Aturannya
-
BRI Hadirkan Cara Baru Menabung Emas Otomatis Saat Transfer di BRImo
-
Banyak Inovasi Mahasiswa Mandek di Kampus, Ini Caranya Supaya Bisa Jadi Bisnis
-
Modal Rp5 Miliar Tagih Rp44 Miliar, Tiga ASN Kemendag Didakwa Korupsi Gerobak Rp39 M
-
Pakai AI untuk Lambang Negara, BRIN Terjebak Kesalahan Fatal yang Tak Termaafkan?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M
-
Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun
-
5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar
-
Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027
-
Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80
-
Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan
-
Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran
-
Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan
-
LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%
-
Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya