Suara.com - Pemerintah telah mempersiapkan segalanya agar mudik lebaran tahun ini menjadi mudik lebaran yang lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Demikian disampaikan Menko Perekonomian Chairul Tanjung yang didampingi Menteri Perdagangan M. Lutfi, dan Menteri ESDM Jero Wacik, seusai Sidang Kabinet Paripurna, di kantor Presiden, Jakarta, Kamis (17/7/2014).
Menurut Chairul, Presiden SBY telah menerima laporan lengkap dari semua Menteri yang terkait dan Kapolri, terkait dengan persiapan Lebaran yang ada.
Ia menyebutkan, Menteri Perhubungan EE. Mangindaan melaporkan kesiapan alat transportasi terkait dengan Lebaran, mulai dari angkutan darat yaitu jumlah kendaraan yang akan bergerak dalam rangka Lebaran ini, baik itu mobil, baik itu angkutan umum bus, maupun sepeda motor. Selain itu juga dibahas mengenai angkutan moda transportasi yang lain yaitu kereta api, pesawat udara, maupun angkutan laut.
“Pada prinsipnya, segala sesuatunya telah dipersiapkan secara matang, kita sudah mendengarkan paparan lengkap dari Kementerian Perhubungan, dan diharapkan mudik lebaran tahun ini akan menjadi mudik lebaran yang lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” kata CT, seperti dilansir dari laman setkab.go.id Kamis (17/7/2014).
Adapun terkait persiapan jalan, menurut Chairul, Menteri Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto melaporkan, kalau tahun-tahun sebelumnya persiapan jalan untuk mudik lebaran ini dilakukan H-10 harus jalan-jalan tidak ada yang berlubang lagi.
“Lebaran tahun ini Menteri PU mengambil H-30. Jadi, 30 hari sebelum hari H itu sudah harus jalan-jalan dalam keadaan siap tanpa berlubang,” jelasnya.
Berita Terkait
-
Meski Mudik 2026 Lebih Lancar, DPR Masih Temukan Masalah di Pelabuhan dan Rest Area Tol
-
Ini Daftar Program Pemerintah yang Buat Pemudik Merasa Terbantu Menurut Survei Indikator
-
Survei Indikator: Mayoritas Pemudik Nilai Lalu Lintas Lancar dan Kecelakaan Menurun
-
Mudik 2026 Lancar dan Aman, DPR Apresiasi Polri
-
Puncak Arus Balik Lebaran Kawasan Belawan-Batam
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Purbaya Klaim Pendanaan Rp 304 T dari China Bukan Utang, Terus Apa?
-
Pasokan HGBT Menipis, Apa Aksi Bahlil?
-
Investor Harus Waspada, Pasar Saham RI Belum Lolos dari Ancaman MSCI
-
7 Bank RI Telah Tutup Sepanjang 2026, Apa Masalahnya?
-
Tarif KOL Capai Rp 150 Juta, Startup Ini Pilih Bayar Konsumen Biasa
-
MIND ID Percepat Pemulihan Ekosistem Lewat Reklamasi dan Rehabilitasi DAS Skala Besar
-
IHSG Merosot ke Level 5.835 di Sesi I, Saham CUAN dan DEWA Ambrol
-
PT Pegadaian CPS Pondok Aren Kolaborasi dengan Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan Yatim & Dhuafa
-
Investasi Rp339 Triliun, Blok Masela Target Mulai Konstruksi 2027
-
Juli 2026, Pemerintah Mulai Produksi CNG Rumah Tangga Pengganti LPG