- Survei Indikator Politik Indonesia menyatakan 81 persen responden menilai pengaturan lalu lintas arus mudik Lebaran 2026 berjalan lancar.
- Sebanyak 79,8 persen responden sepakat bahwa tingkat kecelakaan lalu lintas selama periode mudik 2026 mengalami penurunan signifikan.
- Hasil survei yang dirilis 7 April 2026 ini menunjukkan masyarakat mengapresiasi efektivitas kinerja pemerintah dalam penyelenggaraan mudik nasional.
Suara.com - Mayoritas masyarakat menilai lalu lintas selama arus mudik Lebaran 2026 berlangsung lancar dan tingkat kecelakaan mengalami penurunan. Temuan ini tercermin dalam hasil survei nasional Indikator Politik Indonesia yang dirilis hari ini, Selasa (7/4/2026).
Berdasarkan survei tersebut, sekitar 81 persen responden menilai pengaturan lalu lintas selama mudik tahun ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, 79,8 persen responden menyatakan setuju bahwa tingkat kecelakaan lalu lintas selama periode mudik 2026 mengalami penurunan.
“Di kalangan semua responden 81% yang mengatakan tahun ini lebih baik dibanding tahun lalu. Kemudian khusus mereka yang mudik memberikan evaluasi lebih tinggi,” kata Founder dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, saat memaparkan hasil rilisnya, Selasa (7/4).
Karena pengaturan lalu lintasnya maksimal, lanjut Burhan, masyarakat juga menilai angka kecelakaan lalu lintas turun dibanding musim mudik tahun lalu. Sebanyak 79,8 persen dari seluruh responden setuju bahwa tingkat kecelakaan menurun.
“Bahwa tingkat kecelakaan lalu lintas, baik yang ringan maupun yang sedang hingga yang fatal. Fatal adalah pengertian sampai meninggal dunia, itu mengalami penurunan,” sambungnya.
Burhan menyatakan, secara umum dari berbagai indikator yang dipakai untuk mengukur tingkat kepuasan atas penyelenggaraan mudik, menunjukkan penyelenggaraan mudik tahun ini berjalan efektif.
“Kita menemukan data yang konsisten, temuan yang konsisten bahwa penyelenggaraan mudik yang dilakukan oleh pemerintah maupun instansi terkait itu relatif dihargai atau diapresiasi oleh publik,” ujarnya.
Ia menambahkan, terdapat pola menarik di mana pemudik yang mengalami langsung perjalanan mudik justru memberikan penilaian lebih positif dibanding masyarakat secara umum.
Baca Juga: Mudik 2026 Lancar dan Aman, DPR Apresiasi Polri
“Ini mengindikasikan bahwa pengalaman faktual di lapangan relatif lebih baik dibanding persepsi yang terbentuk dari media. Meski demikian, kami tetap mencatat ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki, terutama terkait kondisi infrastruktur jalan,” tambahnya.
Survei ini dilakukan pada 29 Maret hingga 4 April 2026 dengan melibatkan 1.200 responden di seluruh Indonesia melalui metode wawancara tatap muka. Survei ini memiliki margin of error ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Temuan ini menunjukkan bahwa berbagai upaya pemerintah dan instansi terkait dalam mengelola arus mudik, mulai dari rekayasa lalu lintas, pengamanan, hingga penyediaan layanan publik, mendapatkan apresiasi luas dari masyarakat, meski masih terdapat ruang perbaikan di sejumlah sektor.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung