Suara.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebutkan investasi Indonesia meningkat sebesar 16,4% pada periode kuartal kedua tahun ini dibandingkan tahun lalu. Namun, peningkatan investasi tersebut tidak sejalan dengan penyerapan tenaga kerja yang justru mengalami penurunan sebesar 78,5%.
Ketua BKPM Mahendra Siregar mengatakan, turunnya penyerapan tenaga kerja itu karena iklim dan kondisi ketenagakerjaan di Indonesia tidak kondusif. Hal tersebut terkait pemanfaatan tenaga kerja terampil dan semi terampil.
"Apakah itu terkait sektor yang memang lebih banyak memanfaatkan tenaga kerja secara umum baik terampil maupun semi terampil, menjadi pengaruh bagi investasi di Indonesia," ujar Mahendra, di Gedung BKPM, Jakarta, Kamis (24/7/2014).
Ia menambahkan, penyerapan tenaga kerja pada kuartal II tahun 2014 sebesar 350.803 orang. Periode tersebut menurun dibandingkan tahun lalu yang mencapai 626.376 orang.
"Dalam hal ini, kami menilai perumusan kenaikan upah yang dikaitkan dengan kebutuhan hidup layak (KHL) adalah langkah yang salah, seharusnya upah dikaitkan dengan peningkatan produktivitas," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
Terkini
-
IHSG Loyo ke Level 7.935 Pekan Ini, Investor Asing Masih 'Buang Barang' Rp11 Triliun
-
MBG Diperlukan Di Tengah Tantangan Ekonomi?
-
POP Merek: Terobosan DJKI Percepat Layanan Publik Dalam 10 Menit
-
Pupuk Indonesia Gandeng 1.620 Inovator Demi Perkuat Kemandirian Pangan Nasional
-
Industri Sawit RI Sumbang Output Rp1.119 Triliun dan Serap 16,5 Juta Pekerja
-
Tukar Uang di BCA Minimal Berapa? Ini Tata Cara Jelang Ramadan 2026
-
Vietjet Amankan Kesepakatan US$6,1 Miliar untuk Ekspansi Asia-Pasifik
-
Wings Group Makin Agresif Buka Cabang Baru FamilyMart
-
30 Ton Bantuan Pangan di Kirim ke Aceh Tamiang
-
Siapkan Alat Berat, Kementerian PU Bantu Tangani Jalan Provinsi di Gayo Lues