Suara.com - Pengamat Ekonomi, Aviliani, berharap kepada pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla kelak mampu menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan.
Aviliani mengingatkan saat ini mayoritas masyarakat Indonesia masih berpendidikan tamatan sekolah dasar.
"Kalau sekarang masih 50 persen pekerja kita masih SD ke bawah, ke depan karena pendidikan sudah gratis otomatis sekolah makin bagus dong, otomatis kalau pendidikan lebih bagus yang sulit itu kesempatan kerja," kata Aviliani usai diskusi bertema 'Ketimpangan Pendapatan di Indonesia: Harapan Publik terhadap Pemerintahan Jokowi-JK' di Hotel Pullman, Jalan MH Thamrin 59, Jakarta Pusat, Senin (1/9/2014).
Aviliani memperkirakan pada tahun 2020 nanti, Indonesia akan menghasilkan generasi pekerja yang lebih baik. Pengangguran, ketika itu juga akan berkurang.
"Mulai sekarang yang harus dipikirkan 2020 menciptakan lapangan pekerjanya sesuai dengan pendidikan masyarakat yang lebih bagus, dan baru kita ga akan terjadi pengangguran," kata Aviliani.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026
-
Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS
-
KOSPI dan IHSG Kompak Anjlok Parah, Pasar Saham Merana
-
Khofifah Paparkan Realisasi Pendapatan APBD Jatim 2025 Tembus 104,65 Persen
-
Mengapa Minyakita Selalu Langka? Ekonom Ungkap Masalahnya
-
Tempo Scan (TSPC) Respon Penangkapan Richard Muljadi Terkait Kasus Penipuan
-
Klarifikasi Purbaya soal Patriot Bond Bikin Investor Kebal Pajak-Hukum hingga Pencucian Uang
-
Hutama Karya Catat Kinerja Positif dalam Pengelolaan 14 Ruas Tol di Wilayah Indonesia
-
Minyakita Masih Mahal, CORE Sebut Produsen Sawit Lebih Pilih Ekspor Ketimbang Pasok Dalam Negeri