Bisnis / Makro
Senin, 05 Mei 2014 | 15:30 WIB
Ilustrasi: Budidaya udang. (Antara//Asep Fathulrahman)

Suara.com - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Maluku menyatakan, pengembangan budidaya udang di Dusun Arara, pulau Seram, Kabupaten Maluku Tengah strategis untuk mengurangi pengangguran dan menekan angka kemiskinan.

"Budidaya udang yang dikelola PT.Wahana Lestari Investama, strategis karena saat musim panen mampu merekrut lebih dari 3.000 pekerja harian lepas," kata Kadis Nakertrans Maluku, Jerry Uweubun, di Ambon, Senin (5/5/2014).

Upahnya bervariasi Rp1,4 - Rp1,5 juta sehingga melampaui Upah Minimum Provinsi (UMP) Maluku di sektor kelautan dan perikanan. Karena itu, pengusaha budidaya udang di lahan tambak yang saat ini seluas 273 hektare itu diingatkan terus memenuhi ketentuan ketenagakerjaan dan ternyata penerapannya sesuai Undang-undang.

"Saya menyempatkan diri meninjau lokasi budidaya, beberapa waktu lalu dan berdialog dengan Presiden Direktur PT Wahana Lestari Investama, Burhan Uray, yang ternyata memprogramkan perluasan areal tambah menjadi 2.500 hektare," ujar Jerry.

Bila lahan tambak terealisasi 2.500 hektar, maka bakal terserap tenaga kerja puluhan ribu orang. Bahkan, pengusaha nasional, Burhan Uray berminat menjadikan sentra budidaya udang di Arara sebagai salah satu terbesar di dunia yang saat ini produksinya diekspor ke Amerika Serikat dan Jepang.

"Target ini bila terealisasi diperkirakan menyerap tenaga kerja hingga 300.000 orang sehingga bermanfaat ganda untuk berbagai sektor," kata Jerry.

Dia juga menyarankan agar PT. Wahana Lestari Investama mengelola pakan ternak dengan memanfaatkan limbah udang.

"Pastinya strategis untuk pengembangan ternak jenis besar sehingga mendukung program pemerintah mengatasi impor sapi di masa depan," ujar Jerry. (Antara)

Load More