Suara.com - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Maluku menyatakan, pengembangan budidaya udang di Dusun Arara, pulau Seram, Kabupaten Maluku Tengah strategis untuk mengurangi pengangguran dan menekan angka kemiskinan.
"Budidaya udang yang dikelola PT.Wahana Lestari Investama, strategis karena saat musim panen mampu merekrut lebih dari 3.000 pekerja harian lepas," kata Kadis Nakertrans Maluku, Jerry Uweubun, di Ambon, Senin (5/5/2014).
Upahnya bervariasi Rp1,4 - Rp1,5 juta sehingga melampaui Upah Minimum Provinsi (UMP) Maluku di sektor kelautan dan perikanan. Karena itu, pengusaha budidaya udang di lahan tambak yang saat ini seluas 273 hektare itu diingatkan terus memenuhi ketentuan ketenagakerjaan dan ternyata penerapannya sesuai Undang-undang.
"Saya menyempatkan diri meninjau lokasi budidaya, beberapa waktu lalu dan berdialog dengan Presiden Direktur PT Wahana Lestari Investama, Burhan Uray, yang ternyata memprogramkan perluasan areal tambah menjadi 2.500 hektare," ujar Jerry.
Bila lahan tambak terealisasi 2.500 hektar, maka bakal terserap tenaga kerja puluhan ribu orang. Bahkan, pengusaha nasional, Burhan Uray berminat menjadikan sentra budidaya udang di Arara sebagai salah satu terbesar di dunia yang saat ini produksinya diekspor ke Amerika Serikat dan Jepang.
"Target ini bila terealisasi diperkirakan menyerap tenaga kerja hingga 300.000 orang sehingga bermanfaat ganda untuk berbagai sektor," kata Jerry.
Dia juga menyarankan agar PT. Wahana Lestari Investama mengelola pakan ternak dengan memanfaatkan limbah udang.
"Pastinya strategis untuk pengembangan ternak jenis besar sehingga mendukung program pemerintah mengatasi impor sapi di masa depan," ujar Jerry. (Antara)
Berita Terkait
-
BPS: Angka Pengangguran di Jakarta Capai 334 Ribu
-
Jumlah Pengangguran di Indonesia Berkurang 35.000 Orang
-
Wacana Tutup Prodi: Solusi Relevansi atau Kedok Kegagalan Negara?
-
Iran di Ambang Kronis, Kemiskinan dan Pengangguran Mendarah Daging
-
123 Ribu Lebih Orang di Vietnam Ajukan Tunjangan Pengangguran
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik
-
Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor
-
Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026
-
Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?
-
Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?
-
Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun
-
Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026
-
INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur
-
ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri