Suara.com - Mohamed El-Erian, pengusaha asal California membuat sebuah keputusan yang mengejutkan pada Mei tahun lalu ketika berhenti dari Pimco. Pimco adalah perusahaan investasi yang mengelola dana sebesar 2 triliun dolar atau sekitar Rp24 biliun.
Tidak ada yang tahu alasan El-Erian berhenti dari pekerjaannya sebagai ahli keuangan di Pimco. Dunia keuangan pun sempat gempar. Kini, El-Erian akhirnya bersedia untuk mengungkapkan alasannya berhenti bekerja.
“Sekitar setahun yang lalu, saya meminta putri saya untuk melakukan sejumlah hal, seperti menyikat gigi, dan tidak pernah berhasil. Saya mengingatkan dia bahwa sebelumnya dia selalu langsung merespon permintaan saya dan tidak harus menyuruh berulang kali. Dia pasti tahu dari nada saya bahwa saya tengah berkata sesuatu yang serius,” kata El-Erian.
“Lalu dia meminta saya untuk menunggu sebentar dan langsung masuk ke kamarnya. Dia kembali dengan membawa secarik kertas yang penuh dengan daftar acara dan aktivitas penting yang dilakukannya dan semuanya saya tidak bisa hadir karena harus bekerja,” jelasnya.
“Daftar itu berisi 22 item, dari mulai hari pertama dia sekolah dan juga pertandingan sepak bola pertamanya hingga pertemuan antara guru dengan orangtua serta parade Halloween. Saya merasa bersalah dan menjadi defensif. Saya punya alasan yang baik untuk melewatkan semua acara itu. Dinas, rapat penting dan telepon dadakan serta hal lain yang harus segera dikerjakan,” katanya.
Namun, kata El-Erian, dia sadar bahwa telah melewatkan hal yang penting dalam kehidupan putrinya. Ketidakseimbangan antara pekerjaan dengan waktu yang diberikan kepada putrinya tidak seimbang sehingga mengganggu hubungan keduanya. Dia mengaku tidak menyisihkan waktu yang cukup untuk putrinya itu.
Sejak mengundurkan diri, El-Erian meluangkan waktunya bersama sang putri dan menjadikan pekerjaan di sektor keuangan sebagai pekerjaan paruh waktu. Dia masih menjadi kepala penasihat ekonomi di Allianz. (News)
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Aksi Copet di Tengah Zikir Monas: iPhone 13 Wartawan dan Dompet Jemaah Lenyap
-
Danantara Akui Banyak Masalah Luar Biasa Besar di BUMN, Janji Bereskan Utang Kereta Cepat
-
Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi
-
Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa
-
Apa Arti Kota Global Jika Betawi Kehilangan Akar? FBR Tagih Pergub Lembaga Adat ke Pramono
-
Danantara: Seluruh BUMN Properti Dalam Kondisi Tidak Baik, Akan Dikonsolidasikan
-
Kesukseskan Pemberantasan Judol Tak Hanya dari Turunnya Nominal Transaksi
-
Dukung Program Prioritas Presiden, Mendagri Tito Groundbreaking Sekolah Rakyat Kabupaten Biak Numfor
-
Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan 1 hingga 31 Agustus 2026 di Riau
-
Aston Villa Bungkam Indonesia All Stars 3-1 di GBK, Arkhan Kaka Cetak Gol Penghibur