Suara.com - Pemerintah menjamin harga daging sapi di pasaran menjelang Hari Raya Idul Adha 2015 stabil karena pasokan mencukupi.
"Untuk harga daging sapi menjelang Idul Adha tidak ada masalah karena harga cenderung menurun, berbeda dengan harga pada Idul Fitri 2015," kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Srie Agustina, saat dihubungi Antara, Sabtu (19/9/2015).
Srie menjelaskan, perbedaan antara perayaan Idul Fitri dan Idul Adha adalah dimana kendati konsumsi tinggi akan tetapi masyarakat Indonesia melakukan kurban dan membagikan daging tersebut gratis.
"Jadi artinya sosial, itu yang membuat harga daging relatif turun dimana saat ini khususnya untuk harga daging sapi rata-rata nasional sudah turun menjadi Rp108.000 per kilogram dari sebelumnya Rp110.000 per kilogram," ujar Srie.
Srie menambahkan, khusus untuk Jabodetabek dalam menghadapi perayaan Idul Adha kurang lebih sebanyak 170.000 ekor sapi akan dipotong, sementara untuk kambing kurang lebih sebanyak 500.000 ekor dan kerbau kurang lebih sebanyak 4.500 ekor.
"Pasokan untuk Jabodetabek berasal dari Jawa Timur dan Jawa Tengah," kata Srie.
Berdasarkan data yang diterima, khusus untuk Jabodetabek, jumlah sapi yang akan dipotong pada Hari Raya Idul Adha sebanyak 160.700 ekor, dan diperkirakan stok masih akan ada kurang lebih sebanyak 100.000 ekor.
Sementara untuk kambing, yang akan dipotong sebanyak 505.000 ekor dan akan menyisakan stok sebanyak 285.000 ekor, dan untuk kerbau yang akan dipotong sebanyak 4.500 ekor dan menyisakan stok sebanyak 2.000 ekor.
"Intinya, untuk Idul Adha, kurban akan cukup dan itu tidak dijual, namun dibagikan gratis ke masyarakat," ujar Srie. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP
-
Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini
-
4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak
-
IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini
-
Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan
-
Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur
-
PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif
-
Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan
-
Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara
-
IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!