Suara.com - Komisi VI DPR Rapat Dengar Pendapat dengan direktur utama BNI, BRI, Bank Mandiri, serta Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei, dan Konsultan Kementerian BUMN.
Salah satu agenda rapat yang dibahas adalah utang yang diperoleh ketiga bank sebesar tiga miliar dolar AS dari Cina Development Bank.
Ketua Komisi VI Hafisz Tohir dari Fraksi PAN meminta kepada para direktur utama untuk menjelaskan secara rinci mengenai utang dengan tenor 10 tahun itu.
"Sebenarnya utang ini dalam rangka apa, untuk apa? Bank-bank ini kalau dilihat sangat sehat. Mengapa melakukan utang. Lalu syarat yang diajukan dari Cina dan Indonesia itu apa. Mohon dijelaskan secara terperinci," kata Hafisz di gedung DPR, Selasa (29/8/2015).
Hafisz mengatakan seringkali utang yang diberikan Cina kepada Indonesia selalu disertai dengan memasukkan tenaga kerja Cina dalam kontraknya.
"Dalam kondisi ini banyak PHK, ini yang kita khawatirkan makanya kita minta dijelaskan sedetail mungkin," katanya.
Hal senada juga diungkapkan anggota DPR dari Fraksi PPP Iskandar D. Syaichu. Ia menilai pinjaman dari Cina hanya skenario instrumen tukar guling saham dan nantinya Cina akan menguasai saham-saham milik BUMN.
"Ini harus dijelaskan. Bank ini kan kalau saya lihat dalam kondisi sehat, mengapa melakukan pinjaman. Jangan-jangan nanti kalau gagal bayar, Cina bisa menguasai saham-saham di BUMN, mengambil alih perlahan-lahan saham pemerintah. Tolong ini dijelaskan. Kalau ini gagal bayar kan menjadi beban juga bagi korporasi dan pemerintah," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Narasi Pemerintah soal Harga Tiket Pesawat Naik 13 Persen Dinilai Menyesatkan
-
Kementan Pastikan Stok Daging Sapi Aman Jelang Idul Adha 2026
-
Mulai Hari Ini Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat Kelas Ekonomi
-
BRILink Agen Mekaar 426 Ribu, BRI Perluas Inklusi hingga Desa
-
BRI Consumer Expo 2026 Surabaya Tawarkan Promo Spesial dan Hiburan Musik
-
Hampir Separuh UMKM di Sektor Pangan, Masalah Pasar Masih Jadi Hambatan
-
OJK Perpanjang Batas Laporan Keuangan Asuransi hingga Juni 2026
-
OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu
-
Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM