Suara.com - Kurs dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya di New York pada Kamis (Jumat pagi WIB), karena data ekonomi yang keluar dari negara itu bervariasi.
Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk semua konsumen perkotaan menurun 0,2 persen pada September disesuaikan secara musiman, sejalan dengan konsensus pasar, Departemen Tenaga Kerja melaporkan Kamis (15/10/2015) waktu setempat.
Indeks untuk semua item di luar makanan dan energi (IHK inti) naik 0,2 persen pada September setelah naik 0,1 persen pada Juli dan Agustus. IHK inti telah bertambah 1,9 persen selama 12 bulan terakhir, perubahan 12 bulan tertinggi sejak Juli 2014.
Dalam laporan terpisah, departemen mengumumkan bahwa dalam pekan yang berakhir 10 Oktober, angka pendahuluan disesuaikan secara musiman untuk klaim pengangguran awal turun 7.000 dari tingkat direvisi minggu sebelumnya menjadi 255.000, di bawah perkiraan pasar.
Sementara itu, Survei Manufaktur Empire State Oktober 2015 menunjukkan bahwa kegiatan usaha menurun untuk bulan ketiga berturut-turut untuk manufaktur New York. Sorotan utama indeks kondisi bisnis umum naik tipis tiga poin, tapi masih negatif pada minus 11,4.
Pada akhir perdagangan di New York, euro jatuh ke 1,1384 dolar AS dari 1,1478 dolar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,5489 dolar AS dari 1,5479 dolar di sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi 0,7337 dolar AS dari 0,7283 dolar.
Dolar AS dibeli 118,78 yen Jepang, lebih rendah dari 118,82 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9510 franc Swiss dari 0,9488 franc Swiss, dan turun menjadi 1,2847 dolar Kanada dari 1,2937 dolar Kanada. (Antara/Xinhua)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123