Bisnis / Keuangan
Kamis, 14 Januari 2016 | 07:15 WIB
Ilustrasi (dollarphotoclub/duitpintar)

 Jika membeli secara kredit, kamu masih memiliki modal untuk investasi. Coba kita hitung modal yang tersedia:

 = Rp300.000.000 - cicilan bulan pertama

= Rp300.000.000 - Rp96.725.000

= Rp203.275.000

Misalnya saja modal sekitar Rp200 juta tersebut kamu investasikan misalnya ke Reksa Dana Pasar Uang. Bunga yang didapat dalam setahun bisa mencapai 8% tanpa dipotong pajak maupun biaya-biaya lainnya.

 = Rp 203.275.000 x 8% = Rp 16.262.000

 Dalam setahun pertama, uangmu bisa jadi Rp219.537.000. Terus coba anak-pinakin lagi deh itu duit 4 tahun lagi, yakni tahun ketika cicilan mobilmu selesai.

Tahun ke-2 cicilan mobil = Rp 219.537.000 + (8%) = Rp 237.099.960

Tahun ke-3 cicilan mobil = Rp 237.099.960 + (8%) = Rp 256.067.956

Tahun ke-4 cicilan mobil = Rp 256.067.956 + (8%) = Rp 276.553.392

Tahun ke-5 cicilan mobil = Rp 276.553.392 + (8%) = Rp 298.677.663

 Jadi setelah cicilan mobilmu selesai dalam 5 tahun, duitmu udah beranak-pinak jadi Rp 298.677.663. Berarti kamu untung:

= Rp298.677.663 - Rp203.275.000 = Rp95.402.663

 Jika dipotong Rp73.000.000 dari selisih kredit, kamu tetap untung sekitar Rp22.000.000. Lumayan kan.

Nah, kredit mobil itu nggak rugi-rugi amat kok, tergantung bagaimana kita mengaturnya. Kredit memang bisa jadi pilihan cerdas, tapi tetap sesuaikan dengan pendapatan setiap bulanmu.

Baca juga artikel DuitPintar lainnya:

Kredit Mobil Balloon Payment Emangnya Menguntungkan?

Wajib Bermain Angka dalam Ilustrasi Sebelum Putuskan Kredit Kendaraan

Jurus Jitu Menghindari Mata Elang untuk Cicilan Kredit Kendaraan Bermotor yang Macet

Published by

Load More